Langkau ke kandungan utama

Menjawab Allah sebagai Roh

Seorang pengunjung tanpa nama blog ini telah meminta agar artikel berikut yang dipaparkan di blog answering misionaris diberikan respon. Anda boleh membaca komen tersebut di sini.

Berbalik kepada artikel tersebut, ia sebenarnya adalah bertujuan untuk menjawab sebuah pertanyaan tentang "apakah itu 'dzat' Allah?". Namun, dalam cubaan penulis menjawab persoalan tersebut, penulis juga telah mempersoalkan Tuhan menurut Alkitab.




Penulis terlebih dahulu cuba memberikan hujah untuk meneguhkan dalilnya iaitu "dzat Allah" itu tidak dapat dijelaskan secara ilmiah.
"Nih, ana ketemu alasan-alasan kenapa muslimer ga bisa menjelasin secara ilmiah apa itu dzat auloh
Larangan Berfikir tentang Dzat Allah
1. DALIL AL QUR’AN
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka “.(Q.S. Ali Imran : 190-191)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. (Q.S. Yunus : 101)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.” (Q.S. Shaad : 27)
2. DALIL AS SUNNAH
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-sekali engkau berfikir tentang Dzat Allah ” (Hadits hasan, Silsilah al Ahaadiits ash Shahiihah)
nih lagi: Kata dzat yang disandarkan pada Allah kita ketemukan pada sabda Nabi saw, “Tafakkaruu fi khalkillah walaa tafakkarua fi dzatihi” (= berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah tapi jangan berpikir mengenai DzatNya). pertanyaannya: darimana si momet itu mendapat istilah auloh itu dzat?
Jawaban akan saya mulai dari ayat :
firman Allah subhanahu wata’ala :
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلبَصِيْرُ
( الشورى : 11 )
”Tidak sesuatu pun yang serupa dengan Dia ( Allah ) , dan Dia Maha Mendengar , Maha Melihat ” . ( QS. As Syuuraa : 11 )
Maka kalau kita menyebut Dzatullah (Dzat Allah), tidak berarti dzat di sini sama dengan ciptaan-Nya (zat cair, zat gas, cat padat). Sama seperti ketika kita mengatakan bahwa Allah mendengar, bukan berarti mendengar seperti makhluknya dengan indera dengar (telinga misalnya).
Kata Dzat yang disandarkan pada Allah kita ketemukan pada sabda Nabi saw, “Tafakkaruu fi khalkillah walaa tafakkarua fi dzatihi” (= berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah tapi jangan berpikir mengenai DzatNya).
Berpikir tentang ciptaan Allah akan menyadarkan kita bahwa Allah itu ada; eksistensi Allah itu nyata.
Tapi jangan sampai kita berpikir tentang Dzat Allah atau sosok Allah. Mengapa? Kita tak akan pernah mampu.
Bukankah Dia Mutlak (Absolute). Tak terbatas oleh ruang dan waktu; termasuk tak terbatas oleh alam pikiran manusia. Sementara manusia serba relatif. Ambil contoh, mata kita hanya untuk melihat benda mati saja sudah tertipu; tongkat lurus yang tertancap di air jernih bukankah kelihatan patah?
Bagaimana mata yang relatif ini akan mampu melihat Dzatullah yang tak terbatas itu? Maka pengetahuan kita tentang Dzat Allah tidak lain sebatas informasi yang dia berikan kepada kita: bagaimana sifatNya, apa namaNya; apa kehendakNya, dan sebagainya. Semua itu diinformasikan Allah melalui Al Quran dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw.
Jika kita memaksakan diri untuk “mewujudkan” sosok tuhan dalam pikiran kita, pasti akan salah. Sebab, bukankah selama ini pengetahuan kita selalu berdasar persepsi yang menyandar pada apa saja yang pernah kita lihat?
Mengapa ada tuhan yang “diwujudkan” dengan empat tangan oleh para penganut agama pagan? Karena sang pewujud dipengaruhi oleh persepsi mereka bahwa tuhan itu berkuasa dan kekuasaan itu, seperti gambaran kekuasaan manusia, disimbolkan dengan tangan.
Jadi, kembali lagi yang dimaksud Dzatullah adalah wujud Allah, yang wujud itu tak mungkin bisa  digambarkan, atau didefinisikan oleh manusia.
Kata Dzat selalu dirangkai dengan sifat Kemahaan-Nya dipakai untuk menyebut kata ganti Allah SWT Pencipta Jagat Raya. Sedangkan hakikat Allah tidak dapat ditangkap dengan indera makhluk-Nya. Allah tidak  sama dengan zat-zat yang diciptakan-Nya.

“dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (QS.Al-Ikhlas:4)"
Namun, adakah hujah-hujah penulis ini sesuai dengan apa yang dinyatakan di dalam sumber kepercayaan penulis sendiri iaitu Al-Quran dan Hadis? Berikut beberapa artikel yang mana menunjukkan hujah penulis dalam hal ini sebenarnya bertentangan dengan apa yang terkandung di dalam sumber kepercayaannya sendiri (iaitu Al-Quran dan Hadis). (1), (2), (3), (Masih ada artikel lain, namun saya berikan tiga sahaja. Anda boleh menyelidikinya sendiri).

Berdasarkan hujah-hujah ini, penulis kemudian cuba mempertikaikan Tuhan seperti yang dinyatakan di dalam Alkitab. Penulis memulakan dengan mengatakan:
"Seharusnya para kafir malu menuduh Allah itu berupa benda atau zat. Sebab dalam alkitab cetakan lama ( hehee… biasalah kitab sering diamandemen) Tuhan secara tegas digambarkan sebagai “zat”

“Maka oleh sebab kita dijadikan Allah, tiadalah patut kita menyangkakan ZAT ALLAH itu serupa dengan emas dan perak atau batu yang berukir dengan kepandaian dan akal manusia” (Kisah Para Rasul 17:29, Alkitab Terjemahan Lama, LAI Jakarta 1960)"
- Persoalannya, penggunaan istilah "zat" di dalam Alkitab ini membuktikan apa? Adakah ia menunjukkan Tuhan menurut Alkitab itu adalah suatu "zat" seperti pemahaman Islam (atau dakwaan penulis terhadap maksud penggunaan istilah "zat" tersebut)?
- Selain itu, istilah "zat" di dalam Alkitab Terjemahan Lama tersebut digunakan hanya untuk menjelaskan ungkapan Greek "το θειον" yang membawa maksud "keadaan ilahi". Istilah "zat" digunakan kerana itu adalah perkataan yang lebih sesuai pada zaman terjemahan tersebut. Yang pasti, perkataan Greek asal kekal sama.
- Maka, cubaan penulis untuk menggunakan terjemahan ini sebenarnya tidak relevan.

Penulis menambah lagi:
"Bahkan Tuhan dalam sejarah Bible digambarkan  dengan bentuk dan tingkah aneh-aneh dan tidak masuk akal, contoh:
-Tuhan turun ke bumi menjadi manusia, lalu duel dengan Nabi Yakub sampai Tuhan kalah (Kejadian 32:28).Hmm.. Tuhan ngapain duel dengan nabi segala?! kalah pula.
-Tuhan menjelma menjadi burung merpati yang terbang di atas sungai (Yohanes 1:32)
-Tuhan menjadi manusia Yesus yang dikejar tentara, tertangkap dan disiksa sampai mati di kayu salib (Yohanes 1:40, Matius 27:50, Markus 15:32, Lukas 23:46, Yohanes 19:30)"
- Mungkin penulis terlepas pandang, semua ayat-ayat tersebut bukanlah menggambarkan bagaimanakah Tuhan itu, tetapi adalah penceritaan tentang Tuhan yang menjelma kepada "bentuk" yang menurut penulis sebagai "aneh-aneh dan tidak masuk akal".
- Adakah penulis cuba mengatakan Tuhan tidak cukup berkuasa untuk menjelma kepada "bentuk-bentuk" tersebut?

Penulis menambah lagi:
"Alkitab menyebutkan Allah sebagai roh, perhatikan ayat ini:
“Allah itu roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” (Yohanes 4:24)
Jika Allah itu roh, maka konsep Ketuhanan akan semakin tidak jelas dan sangat melecehkan Tuhan. Tuhan digambarkan dalam bentuk yang sangat hina.
“Bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita meliputi samudera raya, dan ROH ALLAH MELAYANG-LAYANG DI ATAS PERMUKAAN AIR” (Kejadian 1:2)
Hah… roh Tuhan melayang-layang…"
- Persoalannya, mengapa konsep keTuhanan di mana Alkitab menyatakan bahawa Allah itu Roh sebagai suatu tidak jelas dan sangat melecehkan Tuhan? Dan mengapa pula "Allah itu Roh" menurut penulis adalah dalam bentuk yang sangat hina? Tidak dijelaskan penulis.
- Selain itu, kenyataan penulis ini mendedahkan bahawa penulis tidak ada menyelidiki apakah maksud "Allah itu roh".
- Saya berikan pautan berikut (Tuhan itu Roh) yang menjelaskan maksud ungkapan tersebut.

Penulis kemudian meneruskan dengan memberikan kenyataan berikut:
"“Maka aku melihat ditengah-tengah tahta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tahta itu berdiri SEEKOR ANAK DOMBA SEPERTI TELAH DISEMBELIH, BERTANDUK TUJUH DAN BERMATA TUJUH, ITULAH KETUJUH ROH ALLAH YANG DIUTUS KE SEURUH BUMI” (Wahyu 5:6)
Sehina itukah bentuk roh Tuhan. Seharusnya mereka memikirkan sudah sempunakah konsep Ketuhanan dalam agama mereka sebelum mencari-cari cela Islam.
"
- Masalah petikan ayat Alkitab yang diambil oleh penulis, ia sebenarnya tidak menyatakan bahawa Tuhan berbentuk seperti itu. Saya mengalu-alukan para pembaca untuk membaca sendiri keseluruhan kitab Wahyu, termasuk konteks ayat yang dipetik oleh penulis untuk memastikannya sendiri.
- Pengelihatan yang dilihat oleh Yohanes (penulis kitab Wahyu) sebenarnya berbentuk simbolik, dan sarat dengan perlambangan yang kompleks. Ia bukanlah pengelihatan secara literal.
- Fakta bahawa pengelihatan Yohanes adalah berbentuk simbolik juga adalah suatu pengetahuan asas dalam membaca kitab Wahyu. Namun, agak menghairankan penulis boleh tersilap dengan cuba menafsirkan ayat tersebut secara literal. Adakah kesilapan ini tidak disengajakan? Hanya penulis sendiri yang tahu.

Kesimpulan
- Jelas bahawa dari awal lagi, penulis mendasarkan hujahnya pada permis palsu, di mana dakwaan yang cuba diberikannya ke atas konsep keTuhanan menurut Alkitab adalah berdasarkan kepercayaan/ konsep yang tidak diajarkan di dalam Alkitab.
- Penulis cuba membalas dakwaan yang diterimanya dengan mempersoalkan konsep keTuhanan menurut Alkitab. Masalahnya, penulis tidak menyelidiki hujahnya dengan lebih teliti. Ia jelas apabila ayat-ayat Alkitab yang digunakan oleh penulis, jika dibaca menurut konteks sebenar, tidak membawa kepada kesimpulan yang cuba diberikan oleh penulis (bahawa kononnya konsep keTuhanan Alkitab mengajarkan sesuatu yang "hina" tentang Tuhan).
- Malahan, penulis juga belum menyelidiki dengan lebih teliti konsep keTuhanan di dalam kepercayaannya sendiri. Ia jelas apabila penulis tidak sedar kewujudan ayat-ayat di dalam Al-Quran dan Hadis yang menyatakan bahawa wujud bentuk fizikal Allah seperti tangan, muka dan tubuh (rujuk pautan artikel yang diberikan di atas).

Ulasan

Tanpa Nama berkata…
"Bahkan Tuhan dalam sejarah Bible digambarkan dengan bentuk dan tingkah aneh-aneh dan tidak masuk akal, contoh:
-Tuhan turun ke bumi menjadi manusia, lalu duel dengan Nabi Yakub sampai Tuhan kalah (Kejadian 32:28).Hmm.. Tuhan ngapain duel dengan nabi segala?! kalah pula.

-Tuhan menjelma menjadi burung merpati yang terbang di atas sungai (Yohanes 1:32)

-Tuhan menjadi manusia Yesus yang dikejar tentara, tertangkap dan disiksa sampai mati di kayu salib (Yohanes 1:40, Matius 27:50, Markus 15:32, Lukas 23:46, Yohanes 19:30)"

Tidak menjadi masalah buat Tuhan melakukan apa sahaja.Akan tetapi masalah ayat ini adalah :
1. Tuhan kalah bila bergaduh dengan manusia?
2. Tuhan menjelma menjadi merpati untuk terbang adalah perkara biasa kerana burung memang boleh terbang. Lain pula jika Tuhan menjelma sebagai gajah yang boleh terbang. Baru wow...
3. Tuhan menjadi manusia dan dikejar, ditangkap & diseksa sehingga mati sedangkan lagi menggagumkan jika Tuhan menjadi manusia dan memerintahkan anda menyiksa dia hingga mati kemudian di hadapan anda dia hidup kembali. Tidak menjadi masalah jika dia hendak mati untuk menunjukkan pada anda kehebatannya utk hidup kembali tetapi masalahnya dia dikejar, ditangkap & diseksa yang mana menunjukkan keterpaksaan dalam tindakannya dan ini menunjukkan ayat ini bermasalah.
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama,
Anda menulis,
"Tidak menjadi masalah buat Tuhan melakukan apa sahaja."

- Anda mengakui sendiri bahawa tidak ada masalah untuk Tuhan melakukan semua itu. Namun, anda kemudian berkata,
".Akan tetapi masalah ayat ini adalah..."

- Tidakkah anda sedar bahawa kenyataan anda ini saling bercanggah? Anda mengakui Tuhan boleh melakukan semua itu, namun, anda kemudian mempertikaikan apa yang boleh dilakukan Tuhan.

- Anda juga tidak memberikan sebarang sebab mengapa hal2 yang anda katakan sebagai "masalah" tersebut adalah suatu masalah.
- Anda perlu menjelaskan dengan lebih teliti, mengapa ia adalah masalah. Tidak cukup sekadar anda mengatakan "Akan tetapi masalah ayat ini adalah...".
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama,
Apa kata kita lihat ayat-ayat yang anda katakan tersebut, menurut konteksnya yang sebenar.
1. Yakub bergulat dengan seorang laki-laki (Kejadian 32:24-30)
"24 ¶ Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"
"

- Jelas dinyatakan bahawa "laki-laki" tersebut dengan mudah dapat mengalahkan Yakub dengan hanya memukul sendi pangkal pahanya.
- Malah, Yakub sendiri mengakui pada ayat 30 bahawa dia menang bukan kerana kekuatannya, tetapi kerana pertolongan dari Tuhan sendiri.
- Jadi, Tuhan sebenarnya tidak kalah, tetapi membenarkan Yakub menang kerana ingin memberkatinya serta menyedarkan perbuatannya yang terlalu mengandalkan kekuatan sendiri.
- Maka, dakwaan pertama anda ini sebenarnya tidak sepadan dengan konteks sebenar kisah tersebut.
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama,
Anda menulis lagi,
2. Tuhan menjelma menjadi burung merpati (Yohanes 1:32)
Anda menulis,
" Tuhan menjelma menjadi merpati untuk terbang adalah perkara biasa kerana burung memang boleh terbang. Lain pula jika Tuhan menjelma sebagai gajah yang boleh terbang. Baru wow.."

- Maaf, anda nampaknya tidak memberikan sebarang isi bermakna di dalam kenyataan ini. Malah, anda seperti menggambarkan tujuan Tuhan menjelma seperti merpati adalah untuk terbang. Sedangkan kisah tersebut adalah untuk menyatakan bahawa Yesus benar-benar adalah Anak Allah yang telah datang sebagai manusia untuk menyelamatkan setiap orang yang mahu percaya.

3. Yesus menjadi manusia yang dikejar tentera, tertangkap dan disiksa sampai mati di kayu salib
Anda nampaknya tidak pernah membaca sendiri kisah tersebut, kerana tidak ada dicatatkan bahawa Yesus dikejar. Dia sendiri yang menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap (bukan tertangkap)

- Selain itu, apa kata kita lihat ayat-ayat Alkitab yang anda berikan.

Yohanes 1:40, "Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus."

- Ayat ini tidak menyebut apa2 tentang Yesus ditangkap. Nampaknya, anda tersalah memetik ayat Alkitab.

Matius 27:50, "Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya."

- Ayat ini pula menunjukkan Yesus sendiri yang menyerahkan nyawa-Nya. Dengan kata lain, Yesus membenarkan diri-Nya dibunuh, bukan atas terpaksa, tetapi kerelaan-Nya untuk menebus kita dari dosa di kayu salib.

Markus 15:32, "Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga."

- Ayat ini pula hanya memperkatakan orang2 yang mencela-Nya ketika disalibkan. Malah, hal ini telah dinubuatkan beratus-ratus tahun sebelum ia terjadi. Baca Yesaya 53:1-12.

Lukas 23:46, "Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya."

- Ayat ini juga tidak menyatakan keterpaksaan, melainkan kerelaan Yesus sendiri untuk menyerahkan nyawa-Nya ketika Dia menjadi manusia dan disalibkan.

Yohanes 19:30, "Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."

- Begitu juga dengan ayat ini, ia menyatakan kerelaan Yesus sendiri untuk menyerahkan nyawa-Nya ketika Dia disalinkan sebagai manusia.

Jelas bahawa dakwaan2 anda menggunakan ayat2 Alkitab ini tidak seperti yang anda cuba gambarkan.
Tanpa Nama berkata…
Tanpa nama,
Anda menulis,
"Tidak menjadi masalah buat Tuhan melakukan apa sahaja."

- Anda mengakui sendiri bahawa tidak ada masalah untuk Tuhan melakukan semua itu. Namun, anda kemudian berkata,
".Akan tetapi masalah ayat ini adalah..."

- Tidakkah anda sedar bahawa kenyataan anda ini saling bercanggah? Anda mengakui Tuhan boleh melakukan semua itu, namun, anda kemudian mempertikaikan apa yang boleh dilakukan Tuhan.

Saya mempertikaikan ayat2 dalam injil anda bukan kekuasaan Tuhan boleh melakukan apa shj. Saya meyakini kemahakuasaan Tuhan akan tetapi meragui ayat2 yang anda yakini kerana Tuhan yang Mahakuasa tidak mungkin tewas bergaduh dengan manusia..Jika dia tewas, bagaimana manusia mahu mempertuhankannya..TUhan yang mahakuasa boleh shj menjadi burung untuk terbang akan tetapai bukankah burung sememangnya boleh terbang? Jadi apa yang heran sgt ttg ayat Tuhan menjelma jadi burung dan terbang. Mengapa tidak dalam ayat itu tuhan menjelma menjadi Gajah dan terbang? Bukankah ini akan lebih menghairankan dan menunjukkan kekuasaan? Mengenai Tuhan dikejar pula, rasanya kita berdua sedar dalam Injil sendiri terdapat ayat2 yang menggambarkan betapa Yesus merintih pada Tuhan kenapa dia ditinggalkan..Dan melalui pembacaan saya sebelum ini tentang kisah2 penyaliban Yesus, semuanya menggambarkan betapa peristiwa itu bukanlah satu kerelaan.
Tanpa Nama berkata…
Beberapa tahun yang lepas, saya menyaksikan abang saya menghembuskan nafasnya yang terakhir..
Pada ketika itu, saya benar2 merasa kerdil, saya sedar betapa manusia ini hanyalah secebis dari kebesaran ciptaan Allah yang Maha Esa.. Apa yang menguasai saya cumalah kesedihan, putus harap, ketidakupayaan..Saya memeluk ibu dan meminta agar Ibu menghalalkan susu dan redha dengan ketentuanNya..Ajaibnya, ketika itu juga abang saya menghembuskan nafasnya yang terakhir...Betapa tingginya darjat Ibu2 yang mengandung dan membesarkan kita...
Tanpa Nama berkata…
Bukankah lagi ajaib jika seorang ibu boleh menyelamatkan nyawa abang saya??? Bukankah lagi ajaib jika Allah benar2 Berkuasa lalu menghidupkan kembali abang saya?

Saudara, demi Tuhan yang Satu...Saya benar2 berserah pada kekuasaan Pencipta saya..Saya mengharapkan agar Allah memberi kehidupan pada abang saya agar ibu dan ahli keluarga tidak sedih lagi..Tapi kenapa Tuhan tidak menunjukkan kuasaNya dengan menghidupkan kembali abang saya malah memberi izin kepada ibu saya untuk melafazkan kata2 yang menyedihkan itu???

Saudara, tidaklah Tuhan jadikan manusia dengan tujuan lain selain berserah bulat2 kepadaNya..Tidaklah Tuhan jadikan manusia untuk menyembah dan berangan2 akan perkara yang melalaikan seperti yang anda lakukan..Tidaklah Tuhan ciptakan manusia dengan tujuan agar Tuhan sendiri akan turun ke bumi dan membuktikan dia bisa hidup dari kematian..

Saudara, Tuhan tidak perlu membuktikan apa2 jua kepada kita. Kelahiran kita dan penciptaan alam semesta sudah cukup membuktikan Kekuasaan Allah. Adapun Nabi/Rasul yang diutuskan hanyalah manusia biasa yang ditugaskan untuk mengingatkan manusia akan kewajipan kita..Tuhan tidak perlu mati di tiang salib untuk membuktikan apa2...Dan anda juga tidak memerlukan bukti untuk mengakui kekuasaan Tuhan...
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama,
Anda menulis,
"Saya mempertikaikan ayat2 dalam injil anda bukan kekuasaan Tuhan boleh melakukan apa shj. Saya meyakini kemahakuasaan Tuhan akan tetapi meragui ayat2 yang anda yakini"

- Namun, ayat2 yang anda pertikaikan memperkatakan apa yang dapat dilakukan Tuhan, iaitu kekuasaan Tuhan untuk datang ke dunia dengan dilahirkan sebagai manusia, mati sebagai manusia untuk menebus kita dari dosa, dan bangkit semula dari kematian.
- Jika anda meragui ayat2 tersebut, anda sepatutnya memberikan pembuktian bahawa ayat2 tersebut adalah palsu, bukan mempertikaikan kekuasaan Tuhan yang dinyatakan pada ayat2 tersebut.
- Sebagai contoh, Al-Quran menyatakan Allah itu berkuasa. Walaupun saya tidak percaya Al-Quran adalah wahyu Allah, saya kekal percaya bahawa Allah itu berkuasa.
- Sama halnya dengan ayat2 Alkitab tersebut, anda tidak boleh mengatakan Tuhan tidak dapat melakukan itu dan ini hanya kerana anda tidak percaya kepada Alkitab.

Anda juga seperti tidak meneliti respon yang saya berikan tentang ayat2 tersebut. Bukankah telah dijelaskan Tuhan tidak kalah, tetapi membenarkan Yakub menang? Bukankah telah dijelaskan tujuan Tuhan datang seperti merpati bukan menunjukkan kekuasaan seperti 'ahli silap mata', tetapi menyatakan bahawa Yesus benar2 adalah Anak Allah? Bukankah telah dijelaskan Yesus sendiri rela mati di kayu salib untuk menebus kita dari dosa?

- Jika Yesus tidak rela, apa kata anda berikan pembuktian anda dan kita selidiki bersama?
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama,
Tentang kisah arwah abang anda, saya turut bersimpati dengan anda. Walaupun sudah beberapa tahun berlalu, takziah.

Ada satu hal yang menarik perhatian saya, anda berkata,
"Tapi kenapa Tuhan tidak menunjukkan kuasaNya dengan menghidupkan kembali abang saya malah memberi izin kepada ibu saya untuk melafazkan kata2 yang menyedihkan itu???"

- Pernahkah anda terfikir, mengapa kematian wujud di dalam dunia ini? Mengapa kesengsaraan wujud di dalam dunia ini?
- Menurut kepercayaan anda, ketika Tuhan menciptakan dunia ini, adakah Dia turut menciptakan kematian? Untuk apa? Bukankah menurut kepercayaan anda, Adam telah diampunkan? Mengapa Allah kekal tidak memasukkan Adam kembali ke Firdaus walaupun menurut kepercayaan anda dia telah diampunkan? kerana, akibat dari Adam tidak dimasukkan semula ke Firdaus, kita menjadi khalifah di dunia ini, yang penuh dengan kesengsaraan dan kefanaan. Akibatnya juga, kita berhadapan dengan kehilangan orang yang kita sayangi, ahli keluarga kita.

Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama,
anda menulis,
"Saudara, tidaklah Tuhan jadikan manusia dengan tujuan lain selain berserah bulat2 kepadaNya..Tidaklah Tuhan jadikan manusia untuk menyembah dan berangan2 akan perkara yang melalaikan seperti yang anda lakukan..Tidaklah Tuhan ciptakan manusia dengan tujuan agar Tuhan sendiri akan turun ke bumi dan membuktikan dia bisa hidup dari kematian.."

- Memang Tuhan mahu kita berserah sepenuhnya kepadanya. Saya juga percaya hal tersebut.
- Sama ada saya berangan2 akan perkara yang melalaikan, itu saya serahkan kepada penilaian anda sendiri.
- Tuhan tidak datang untuk membuktikan bahawa Dia boleh mati dan hidup semula. Dia tidak perlu untuk membuktikan kekuasaan-Nya melalui cara tersebut. Kenyataan anda ini jelas meninjukkan anda tidak tahu kepercayaan Kristian tentang hal ini. Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari maut.

Tanpa nama,
"Saudara, Tuhan tidak perlu membuktikan apa2 jua kepada kita. Kelahiran kita dan penciptaan alam semesta sudah cukup membuktikan Kekuasaan Allah. Adapun Nabi/Rasul yang diutuskan hanyalah manusia biasa yang ditugaskan untuk mengingatkan manusia akan kewajipan kita..Tuhan tidak perlu mati di tiang salib untuk membuktikan apa2...Dan anda juga tidak memerlukan bukti untuk mengakui kekuasaan Tuhan..."

- Yesus mati di kayu salib bukan untuk membuktikan apa2. Sebaliknya, Dia mati agar kita diselamatkan dari api neraka, jika kita percaya kepada Dia yang telah menebus kita dari dosa.
- Hakikatnya kita memerlukan penyelamatan Tuhan. Kita tidak mampu menyelamatkan diri kita sendiri dari kefanaan dan dosa kita. Buktinya, kita semua akan mati akhirnya. Nyawa kita di dalam tangan-Nya.
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama,
Berdasarkan respon2 anda setakat ini, anda nampaknya keliru dengan "kekuasaan" Tuhan, dan "tujuan" Tuhan.

1. Tuhan berkuasa untuk melakukan hal2 tersebut, seperti menjadi manusia, menjadi semak api yang berapi ketika bertemu Nabi Musa, dan semua hal2 yang anda pertikaikan tersebut.
2. Persoalannya, adakah Tuhan sekadar menunjukkan kekuasaan-Nya atau Dia mempunyai tujuan?
3. Seperti kata anda sendiri, Tuhan tidak perlu melakukan semua itu untuk menyatakan kekuasaan-Nya. Dia melakukannya kerana Dia mempunyai tujuan dan rencana untuk kita, umat manusia yang dikasihi-Nya.
4. Pernahkah anda menyelidiki "tujuan" tersebut?
Tanpa Nama berkata…
Kamu ni berbelit2 ler...Tanpa Nama cakap lain kamu jawab lain, dah tu putar belit pulak..Yang Tanpa Nama pertikaikan adalah kitab yang kamu percayai bukannya kekuasaan Tuhan..Kalau kamu nak, kamu boleh percaya Tuhan bergaduh dengan manusia dan kamu memberi alasan Tuhan sengaja kalah...Tetapi kamu lupa, Tuhan sebagai Pencipta, Yang Maha Berkuasa takkan mungkin akan bergaduh dengan manusia kerana pergaduhan ini samaada menang @ kalah hanya menunjukkan kelemahan, keburukan Tuhan..Jika kamu di akui oleh setiap manusia yang kamu adalah manusia terkuat,,dan kemudian kamu bergaduh pula dengan bayi perempuan kecil pula,,adakah kamu akan dipandang tinggi @ dipandang hina?? Jika kamu bermaruah, kamu takkan nak jentik pun bayi itu...Jika kamu nak gaduh cuma tunjuk kamu gila ler..Tuhan yang disembah oleh seluruh isi alam takkan melakukan perkara yang mencacatkan kebesaranNya untuk perkara sebegitu..Isunya bukan Tuhan sengaja menang @ kalah tetapi isunya Tuhan bergaduh dengan manusia - makhluk yang lemah dan tidak berdaya yang mana jika diumpamakan jika Tuhan nak ambik nyawa manusia cukup mengatakan "Matilah kamu'...Beginikah kitab kamu menggambarkan Keperkasaan yang Maha Esa dan hentikanlah menggunakan kasih sayang Tuhan untuk perkara yang kamu sendiri keliru???
Tanpa Nama berkata…
- Hakikatnya kita memerlukan penyelamatan Tuhan. Kita tidak mampu menyelamatkan diri kita sendiri dari kefanaan dan dosa kita. Buktinya, kita semua akan mati akhirnya. Nyawa kita di dalam tangan-Nya.

Kita mati kerana itulah yang dikehendaki Allah..Kamu fikir kita mati kerana tidak diselamatkan Tuhan?? Samaada Adam langgar perintah @ Yesus disalib (kepercayaan kamu), kita akan tetap mati, kerana itulah yang Tuhan kehendaki..Yang tak mati cuma Tuhan yang Satu..Jika Adam tetap kat syurga sekalipun, dia tetap akan mati kerana dia bukan Tuhan...Tuhan ciptakan mati untuk kita kerana itu kehendakNya..Mati pun Tuhan yang ciptakan sebab jika saya setuju dengan kepercayaan kamu serupa saya katakan Mati lebih kuat dari Tuhan...Memang kepercayaan kamu ini benar2 menyimpang dari ajaran Tuhan itu Tunggal, Maha Berkuasa...
Tanpa Nama berkata…
- Pernahkah anda terfikir, mengapa kematian wujud di dalam dunia ini? Mengapa kesengsaraan wujud di dalam dunia ini?
- Menurut kepercayaan anda,...

Kematian, kesengsaraan, bencana, kesakitan, kehilangan dan apa jua yang kamu fikir menyedihkan adalah kesempurnaan ciptaan Tuhan..Kelebihan yang dianugerah untuk manusia..Apa makna hidup manusia jika tidak melalui semua ini??Adakah kamu dengan set otak manusia akan rasa gembira sehingga nafas terakhir barulah namanya kesempurnaan??? Tawa, gembira, usaha tanpa penat lelah, kekayaan, kemiskinan, kekuatan, kelemahan semuanya dari Tuhan yang Maha Berkuasa..Yang kamu lihat manusia lumpuh, tak bertangan, takde kaki, semuanya adalah kesempurnaan..Apa yang membezakan hanyalah pemahaman, dan bagaimana kamu tafsir semua ini..Adakah kamu fikir kita akan dimasukkan di tempat yang lebih sempurna dari dunia kini hanya kerana kamu percayakan kisah penyaliban itu?? Adakah ini bermakna kisah penyaliban itu juga mengatakan Tuhan yang mencipta dunia ini adalah Tuhan yang Zalim dan tidak Berkuasa kerana mencipta semua kesengsaraan ini semua??Ini hanyalah cerita manusia yang hilang kepercayaan kepada Tuhan. Adakah kamu percaya akan diselamatkan sedangkan jelas kisah itu pun tidak menunjukkan kekuasaan? Kamu tak ubah seperti manusia yang menderhaka & memberontak kepada Tuhan dan mencari alasan dan mereka2 cerita untuk membenarkan pernderhakaan kamu semua..Kamu lihat dunia ini penuh sengsara, kamu katakan Adam puncanya, kamu merasa kematian, lalu mengatakan tuhan tidak mampu berbuat apa2 sehingga hari penyaliban iitu berlaku.
Tanpa Nama berkata…
- Jika anda meragui ayat2 tersebut, anda sepatutnya memberikan pembuktian bahawa ayat2 tersebut adalah palsu, bukan mempertikaikan kekuasaan Tuhan yang dinyatakan pada ayat2 tersebut.

Kamu tak habis2 dengan bukti..Bukti apa lagi kamu nak?? Tuhan bergaduh dengan manusia?? Ini antara bukti dari kitab kamu sendiri yang menunjukkan kepalsuan kitab kamu...Kamu tak perlu baca sejarah, tak perlu kajian arkeologi, tak perlukan ujian sains untuk membuktikan ketulenan kitab kamu kerana bukti yang diperolehi tidak membuktikan benar @ tidak kitab ini adalah firman dari Tuhan..Bagi memastikan samaada sesuatu kitab adalah dari Tuhan,,fahami isi kandungannya..Ini sahaja..Bukti2 boleh saja diubah, ditempatkan, diadakan. Jadi bukti yang paling boleh dipercayai adalah isi kandungan kitab itu sendiri..Kamu sibuk dengan hasil pembuktian dari ahli2 sejarah @ sains tap[i kamu lupa untuk mendalami dan mengkaji isi kitab itu sendiri..Fikirkan sahabat,,yang akan membuktikan kebenaran adalah kitab itu sendiri bukannya manusia..
Tanpa Nama berkata…
1. Yakub bergulat dengan seorang laki-laki (Kejadian 32:24-30)
"24 ¶ Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku

Ini ayat yang kamu yakini...Wajarkah Tuhan yang Maha Kuat, Berkuasa bergaduh dengan manusia?? Jika kamu yang berumur 25 tahun dengan tenaga gagah bergaduh dengan bayi perempuan yang hanya bertenaga untuk menangis, mampukah bayi tsb memukul kamu walau kamu sendiri rela?? Ingat, Jika Tuhan Kekuatan dan Kebesarannya adalah tidak terhingga bergaduh dengan manusia, boleh kita anggap spt manusia dewasa bergaduh dengan bayi baru lahir,,@ sebenarnya lagi lemah dari itu @ anda takkan terbayang perkara spt ini berlaku kerana Kebesaran dan Kekuatan Tuhan itu jika boleh diumpamakan kekuatan manusia mungkin spt sebutir pasir dengan 10000000000000000.........X ganda alam semesta ini...Adakah kamu fikir Tuhan akan melakukan perkara yang sebegini??? Adakah kamu bermimpi untuk mengatakan kitab kamu adalah firman Tuhan???
Tanpa Nama berkata…
Samaada kristian, saya islam @ apa jua agama lainnya pasti akan mati..Malah alam ini juga akan mati...Setiap benda hidup pasti akan merasa mati..Kematian itu adalah ketetapan juga ciptaan dari Tuhan..Jika Tuhan berkehendak, pasti dia akan kekalkan Adam dalam syurga akan tetapi bukan ini yang dikehendakiNya..Jika Dia nak, pasti diciptanya dunia tanpa penderitaan..Tapi bukan ini yang dikehendakiNya..Kesengsaraan yang kita alami hanyalah seperti kod2 yang ditetapkan melalui pengalaman dan tindakan kita..Tidakkah kamu lihat kesempurnaan penciptaan manusia?? Mana ada makhluk spt manusia yang mengalami semua ini??Binatang???Malaikat???Iblis???Robot (jika ada), Virus??, Bakteria??Tumbuhan??Bumi??? Semua makhluk yang dicipta Allah punya tujuan masing2..Telah ditetapkan fungsi masing2..Bahasa mudah, mereka semua spt robot yang dikodkan untuk tugas2 tertentu..Manusia??Kamu nilaikanlah sendiri..Hentikanlah mendakwa dunia diselaputi dosa,kesengsaraan berpunca dari pelanggaran oleh Adam..Ubah pemikiran kamu yang meyakini Tuhan seperti manusia melalui ayat2 kasih sayang kamu itu, keadilan Tuhan, Penyelamatan Tuhan..Hentikanlah imaginasi tentang Tuhan dengan otak manusia kamu yang lemah itu..Jika kamu boleh menggambarkan Tuhan, bermakna Tuhan itu tidaklah berkuasa..Mengapa..Kekuatan yang Tuhan miliki tidak mengizinkan manusia untuk menggambarkan IMEJNYA walau dalam otak sekalipun..
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa Nama,
Anda berkata,
Kamu ni berbelit2 ler...Tanpa Nama cakap lain kamu jawab lain, dah tu putar belit pulak..Yang Tanpa Nama pertikaikan adalah kitab yang kamu percayai bukannya kekuasaan Tuhan..

- Jika itu yang dipertikaikan oleh Tanpa Nama, maka, dia sepatutnya memperkatakan tentang kepalsuan kitab tersebut, bukan tentang kekuasaan Tuhan.
- Malah, anda sendiri juga nampaknya melakukan hal yang sama apabila anda mengatakan,
Tetapi kamu lupa, Tuhan sebagai Pencipta, Yang Maha Berkuasa takkan mungkin akan bergaduh dengan manusia kerana pergaduhan ini samaada menang @ kalah hanya menunjukkan kelemahan, keburukan Tuhan
- Bagaimana anda tahu bahawa perbuatan tersebut hanya menunjukkan kelemahan, keburukan Tuhan? Apa dasar anda untuk mempertikaikannya?


Tanpa Nama berkata...
Kita mati kerana itulah yang dikehendaki Allah..Kamu fikir kita mati kerana tidak diselamatkan Tuhan??

- Di dalam kepercayaan Kristian, mati/maut adalah hukuman Tuhan ke atas manusia kerana melanggar perintah Tuhan, iaitu berdosa. Kita memang layak mati. Namun, Tuhan tidak merencanakan kita untuk mati. Dia tidak mencipta kita untuk mematikan kita. Mengapa Tuhan menciptakan kita jika kita hanya diciptakan untuk mati?
- Sebaliknya, Dia menciptakan kita agar kita dapat menikmati kasih dan kebesaran-Nya.

Tanpa nama berkata,
Samaada Adam langgar perintah @ Yesus disalib (kepercayaan kamu), kita akan tetap mati, kerana itulah yang Tuhan kehendaki..

- Nampaknya, kepercayaan kita tidak sama dalam hal ini. Kristianiti mengajarkan Tuhan mahu kita menikmati kebesaran dan kasih-Nya selama-lamanya.
- Anda pula percaya Tuhan memang mengkehendaki kita mati. Maaf, hal ini tidak munasabah. Mengapa Tuhan mencipta kita (iaitu menghidupkan kita) dengan tujuan untuk mematikan kita?
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama berkata,
Yang tak mati cuma Tuhan yang Satu..Jika Adam tetap kat syurga sekalipun, dia tetap akan mati kerana dia bukan Tuhan...Tuhan ciptakan mati untuk kita kerana itu kehendakNya..Mati pun Tuhan yang ciptakan sebab jika saya setuju dengan kepercayaan kamu serupa saya katakan Mati lebih kuat dari Tuhan...Memang kepercayaan kamu ini benar2 menyimpang dari ajaran Tuhan itu Tunggal, Maha Berkuasa...

- Masalahnya, Kristianiti tidak mengajarkan mati lebih kuat dari Tuhan. Maka, anda sebenarnya salah faham dalam hal ini.


Tanpa Nama berkata...
Kematian, kesengsaraan, bencana, kesakitan, kehilangan dan apa jua yang kamu fikir menyedihkan adalah kesempurnaan ciptaan Tuhan..Kelebihan yang dianugerah untuk manusia..Apa makna hidup manusia jika tidak melalui semua ini??

- Maaf, jika itulah kesempurnaan yang anda percayai, saya sangat bersimpati dengan anda. Jika itu adalah kesempurnaan, mengapa kita bersedih apabila saudara atau sahabat kita meninggal dunia? Mengapa kita berusaha untuk mengelak dari bencana?
- Cuba anda bersikap jujur dan tanya diri anda, adakah anda merasakan kematian, kesengsaraan, bencana, kesakitan, kehilangan dan apa jua hal yang menyedihkan adalah kesempurnaan ciptaan Tuhan.
- Katakan saudara kita dibunuh. Adakah ini bererti perbuatan pembunuh tersebut hanyalah suatu tindakan yang menunjukkan kesempurnaan ciptaan Tuhan?


Tanpa nama berkata,
Adakah kamu dengan set otak manusia akan rasa gembira sehingga nafas terakhir barulah namanya kesempurnaan???

- Maaf, nampaknya anda sekali lagi salah faham dengan kepercayaan Kristian tentang kesempurnaan.
- Di dalam kepercayaan Kristian, kesempurnaan itu adalah Tuhan sendiri. Tidak ada yang sempurna selain Tuhan.
- Kegembiraan, kesenangan, kemewahan, kekuatan, semua itu bukanlah faktor yang menentukan kesempurnaan. Semua itu hanyalah bersifat kemanusiaan/kedagingan semata2. Sebaliknya, kesempurnaan yang sebenar adalah Tuhan sendiri. Apabila kita dapat menikmati kasih karunia Tuhan, itulah kesempurnaan yang sebenar-benarnya. Ia jauh lebih baik dari semua yang anda katakan.
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama berkata,
Tawa, gembira, usaha tanpa penat lelah, kekayaan, kemiskinan, kekuatan, kelemahan semuanya dari Tuhan yang Maha Berkuasa..Yang kamu lihat manusia lumpuh, tak bertangan, takde kaki, semuanya adalah kesempurnaan.."

- Maaf, pernahkah anda bertanya sendiri kepada mereka yang lumpuh dan cacat sama ada mereka merasakan diri mereka sempurna atau tidak?
- Nick Vujicic sendiri mengakui bahawa tubuhnya tidak sempurna, tetapi disempurnakan di dalam imannya terhadap Dia. Bukan itu sahaja, Justin Peters, seorang lagi individu yang tidak sempurna, juga mengakui bahawa tubuh kita tidak sempurna, tetapi akan disempurnakan oleh Dia. Seorang lagi individu yang lumpuh, Joni Eareckson Tada, juga mengakui bahawa kita tidak sempurna.
- Maaf, mungkin, anda tidak begitu sensitif dengan keadaan mereka yang tidak tidak bernasib baik seperti orang lain. Mengatakan keadaan mereka adalah suatu kesempurnaan adalah suatu ejekan bagi mereka.

Tanpa nama berkata,
Apa yang membezakan hanyalah pemahaman, dan bagaimana kamu tafsir semua ini..Adakah kamu fikir kita akan dimasukkan di tempat yang lebih sempurna dari dunia kini hanya kerana kamu percayakan kisah penyaliban itu??

- Ya, saya percaya bahawa dengan mempercayai pengampunan dosa melalui penyaliban Yesus Kristus akan membawa saya ke suatu tempat yang sempurna, iaitu berada di hadirat Tuhan.
- Memandangkan anda mengatakan semua perkara yang menyedihkan tersebut adalah suatu kesempurnaan, adakah ini bererti di dalam syurga, juga wujud hal2 tersebut? Kerana syurga adalah tempat yang sempurna. Dan berdasarkan pemahaman anda, ia seolah2 menggambarkan di dalam syurga juga wujud kesengsaraan, kesusahan, dll.

Tanpa nama berkata,
Adakah ini bermakna kisah penyaliban itu juga mengatakan Tuhan yang mencipta dunia ini adalah Tuhan yang Zalim dan tidak Berkuasa kerana mencipta semua kesengsaraan ini semua??Ini hanyalah cerita manusia yang hilang kepercayaan kepada Tuhan. Adakah kamu percaya akan diselamatkan sedangkan jelas kisah itu pun tidak menunjukkan kekuasaan? Kamu tak ubah seperti manusia yang menderhaka & memberontak kepada Tuhan dan mencari alasan dan mereka2 cerita untuk membenarkan pernderhakaan kamu semua..Kamu lihat dunia ini penuh sengsara, kamu katakan Adam puncanya, kamu merasa kematian, lalu mengatakan tuhan tidak mampu berbuat apa2 sehingga hari penyaliban iitu berlaku.

- Sekali lagi, anda nampaknya salah faham tentang kepercayaan Kristian dalam hal penyaliban Yesus Kristus.
- Saya akan menulis suatu artikel/post untuk hal ini. Sementara itu, saya berikan respon ringkas berikut untuk anda selidiki. Mengapa Yesus harus mati?.
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa Nama berkata...
Kamu tak habis2 dengan bukti..Bukti apa lagi kamu nak?? Tuhan bergaduh dengan manusia?? Ini antara bukti dari kitab kamu sendiri yang menunjukkan kepalsuan kitab kamu...

- Sekali lagi, bagaimana hal ini menunjukkan kepalsuan Alkitab/Bible?
- Anda perlu memberikan fakta dan argumen yang jelas untuk menyokong dakwaan anda ini.
- Katakan, saya mengatakan Al-Quran adalah palsu tanpa menjelaskan bagaimana ia palsu, dan sekadar mengatakan ia palsu kerana ada tercatat di dalam Al-Quran bahawa matahari terbenam di dalam matair yang hitam berlumpur, adakah anda akan menerima dakwaan “Al-Quran adalah palsu” sebagai benar?

Tanpa nama berkata,
Kamu tak perlu baca sejarah, tak perlu kajian arkeologi, tak perlukan ujian sains untuk membuktikan ketulenan kitab kamu kerana bukti yang diperolehi tidak membuktikan benar @ tidak kitab ini adalah firman dari Tuhan..Bagi memastikan samaada sesuatu kitab adalah dari Tuhan,,fahami isi kandungannya..Ini sahaja..Bukti2 boleh saja diubah, ditempatkan, diadakan. Jadi bukti yang paling boleh dipercayai adalah isi kandungan kitab itu sendiri..Kamu sibuk dengan hasil pembuktian dari ahli2 sejarah @ sains tap[i kamu lupa untuk mendalami dan mengkaji isi kitab itu sendiri..Fikirkan sahabat,,yang akan membuktikan kebenaran adalah kitab itu sendiri bukannya manusia..

- Maaf, kita tidak sependapat dalam hal ini. Jika sesuatu kitab itu benar, isi kandungannya sepatutnya selari dengan realiti yang ada.
- Maka, jika isi kandungan sesuatu kitab itu bercanggah dengan realiti sebenar yang telah terjadi, bukankah itu menunjukkan wujud keraguan terhadap kesahihan kitab tersebut? Sebagai contoh, sejarah dengan jelas menunjukkan bahawa memang Yesus yang telah disalibkan. Fakta ini tidak disangkal oleh mana2 pengkaji sejarah, sama ada Kristan atau bukan-Kristian. Terdapat banyak penulisan sejarah, seawal abad pertama, yang mengesahkan bahawa Yesus telah disalibkan semasa Pontius Pilatus memerintah Yerusalem sebagai gabenor kerajaan Roma ketika itu.
- Namun, tiba2 muncul seorang individu, yang mendakwa menerima wahyu daripada Tuhan bahawa Yesus tidak disalibkan, tanpa sebarang saksi, tanpa sebarang bukti. Adakah munasabah untuk kita percaya kepada individu tersebut?
- Malah, individu in mengatakan bahawa matahari terbenam di dalam matair yang berlumpur hitam, dan mendakwa ia adalah wahyu yang diberikan oleh Tuhan, sedangkan hakikatnya matahari tidak terbenam di dalam matair yang berlumpur hitam. Maka, adakah munasabah untuk kita kekal percaya bahawa individu tersebut benar2 menerima wahyu daripada Tuhan?
- Tanpa nama, saya setuju bahawa bukti2 boleh diubah, namun, kita boleh mengetahuinya dengan menyelidiki bukti2 tersebut. Sama halnya dengan kitab-kitab kepercayaan. Kita juga boleh menyelidiki kesahihannya dengan melihat sama ada ia selari dengan realiti yang ada atau tidak.
- Hakikatnya, kisah penyaliban Yesus, seperti yang dicatatkan di dalam Alkitab/Bible, adalah selari dengan realiti yang ada.
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama berkata,
Ini ayat yang kamu yakini...Wajarkah Tuhan yang Maha Kuat, Berkuasa bergaduh dengan manusia?? Jika kamu yang berumur 25 tahun dengan tenaga gagah bergaduh dengan bayi perempuan yang hanya bertenaga untuk menangis, mampukah bayi tsb memukul kamu walau kamu sendiri rela?? Ingat, Jika Tuhan Kekuatan dan Kebesarannya adalah tidak terhingga bergaduh dengan manusia, boleh kita anggap spt manusia dewasa bergaduh dengan bayi baru lahir,,@ sebenarnya lagi lemah dari itu @ anda takkan terbayang perkara spt ini berlaku kerana Kebesaran dan Kekuatan Tuhan itu jika boleh diumpamakan kekuatan manusia mungkin spt sebutir pasir dengan 10000000000000000.........X ganda alam semesta ini...Adakah kamu fikir Tuhan akan melakukan perkara yang sebegini??? Adakah kamu bermimpi untuk mengatakan kitab kamu adalah firman Tuhan???

- Seperti yang telah saya nyatakan sebelum ini, kita perlu jelas “tujuan” Tuhan melakukan hal tersebut.
- Sebagai contoh, di dalam Al-Quran sendiri ada mencatatkan bagaimana Allah berbicara kepada Nabi Musa melalui semak yang bernyala. Jika kita mengikut cara penilaian anda, kita juga boleh mempertikaikan, mengapa Tuhan tidak berbicara terus kepada Nabi Musa tanpa memerlukan semak api yang bernyala untuk menarik perhatian Nabi Musa? Atau, tidakkah Tuhan boleh terus menurunkan perintah-Nya masuk terus ke dalam akal fikiran Nabi Musa tanpa perlu menggunakan semak yang bernyala?
- Jelas bahawa Tuhan mempunyai “tujuan” melakukan hal tersebut. Sama halnya dengan perbuatan Tuhan bergulat dengan Yakub. Dia juga mempunyai “tujuan” melakukan hal tersebut. Mengapa anda tidak menyelidiki “tujuan” tersebut?

Tanpa nama berkata,
Samaada kristian, saya islam @ apa jua agama lainnya pasti akan mati..Malah alam ini juga akan mati...Setiap benda hidup pasti akan merasa mati..
- Persoalannya, mengapa benda hidup perlu merasa mati?
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama berkata,
Kematian itu adalah ketetapan juga ciptaan dari Tuhan..Jika Tuhan berkehendak, pasti dia akan kekalkan Adam dalam syurga akan tetapi bukan ini yang dikehendakiNya..Jika Dia nak, pasti diciptanya dunia tanpa penderitaan..Tapi bukan ini yang dikehendakiNya..

- Persoalannya, mengapa Tuhan mengkehendaki Adam dikeluarkan dari syurga, walaupun Tuhan tahu bahawa tindakan tersebut akan mengakibatkan keturunan Adam terpaksa melalui kehidupan fana, kesengsaraan, dan kematian?

Tanpa nama berkata,
Kesengsaraan yang kita alami hanyalah seperti kod2 yang ditetapkan melalui pengalaman dan tindakan kita..Tidakkah kamu lihat kesempurnaan penciptaan manusia?? Mana ada makhluk spt manusia yang mengalami semua ini??Binatang???Malaikat???Iblis???Robot (jika ada), Virus??, Bakteria??Tumbuhan??Bumi??? Semua makhluk yang dicipta Allah punya tujuan masing2..Telah ditetapkan fungsi masing2..Bahasa mudah, mereka semua spt robot yang dikodkan untuk tugas2 tertentu..Manusia??

- Apa yang sempurna dengan kematian dan kesengsaraan?

Tanpa nama berkata,
Kamu nilaikanlah sendiri..Hentikanlah mendakwa dunia diselaputi dosa,kesengsaraan berpunca dari pelanggaran oleh Adam..

- Mengapa saya perlu menghentikan kepercayaan tersebut? Anda tidak memberikan sebarang sebab munasabah, yang selari dengan realiti, untuk saya mempertimbangkannya.

Tanpa nama berkata,
Ubah pemikiran kamu yang meyakini Tuhan seperti manusia melalui ayat2 kasih sayang kamu itu, keadilan Tuhan, Penyelamatan Tuhan..Hentikanlah imaginasi tentang Tuhan dengan otak manusia kamu yang lemah itu..Jika kamu boleh menggambarkan Tuhan, bermakna Tuhan itu tidaklah berkuasa..Mengapa..Kekuatan yang Tuhan miliki tidak mengizinkan manusia untuk menggambarkan IMEJNYA walau dalam otak sekalipun..

- Jelas anda salah faham terhadap kepercayaan Kristian.
- Kristianiti tidak mengajarkan Tuhan seperti manusia.
- Kristianiti tidak mengajarkan untuk menggambarkan bagaimanakah “imej” Tuhan itu.
- Mungkin, adalah baik untuk anda menyelidiki terlebih dahulu kepercayaan Kristian yang sebenar. Jika tidak, anda akan mempertikaikan kepercayaan yang mana bukanlah kepercayaan Kristian, namun anda salah faham dengan mengandaikannya sebagai kepercayaan Kristian.
Tanpa Nama berkata…
“ Tetapi kamu lupa, Tuhan sebagai Pencipta, Yang Maha Berkuasa takkan mungkin akan bergaduh dengan manusia kerana pergaduhan ini samaada menang @ kalah hanya menunjukkan kelemahan, keburukan Tuhan ”
- Bagaimana anda tahu bahawa perbuatan tersebut hanya menunjukkan kelemahan, keburukan Tuhan? Apa dasar anda untuk mempertikaikannya?

Jadi bagaimana anda tau sememangnya benar Tuhan yang anda sembah bergaduh dengan manusia lalu dengan sengaja kalah hanya dengan kitab tsb??? Seperkara, masa Tuhan bergaduh, dia guna tubuh manusia @ menjelma jadi manusia???

Tanpa Nama berkata…
- Di dalam kepercayaan Kristian, mati/maut adalah hukuman Tuhan ke atas manusia kerana melanggar perintah Tuhan, iaitu berdosa. Kita memang layak mati. Namun, Tuhan tidak merencanakan kita untuk mati. Dia tidak mencipta kita untuk mematikan kita. Mengapa Tuhan menciptakan kita jika kita hanya diciptakan untuk mati?
- Sebaliknya, Dia menciptakan kita agar kita dapat menikmati kasih dan kebesaran-Nya.

Begitu ke???Jadi anda yang satu hari akan mati adalah kerana dihukum Tuhan..@ Manusia yang mati selepas Yesus menyelamatkan manusia di kayu salib juga kerana menerima hukuman??? Kita kena mati kerana kita dicipta olehNya..Yang tak mati hanyalah Tuhan yang Esa…Kita mati kerana itu yang ditetapkanNya..Tuhan mengasihi kita atas keimanan dan ketakwaan dan mengamalkan budi pekerti yang diperintahkanNya..InsyaAllah, Tuhan mengasihi hambaNya yang mengasihi hambaNya yang lain…
Tanpa Nama berkata…
- Nampaknya, kepercayaan kita tidak sama dalam hal ini. Kristianiti mengajarkan Tuhan mahu kita menikmati kebesaran dan kasih-Nya selama-lamanya.
- Anda pula percaya Tuhan memang mengkehendaki kita mati. Maaf, hal ini tidak munasabah. Mengapa Tuhan mencipta kita (iaitu menghidupkan kita) dengan tujuan untuk mematikan kita?

Kalau kita tidak mati, apa bezanya kita dengan Tuhan.Jikapun berbeza :- Tuhan yang Kuat dan kita Tuhan yang lemah..Jika begitu apa bezanya kita dengan Firaun yang mengaku dirinya adalah Tuhan??? Kita mati tidak bermakna tidak menikmati kasihNya..Kuasa Tuhan Maha Luas..Alam yang bakal kita tempuhi pastinya akan dipenuhi segala harapan dan doa kita agar dikasihi oleh Tuhan..Untuk memperolehi kasih sayangNya yang abadi, kita perlu mati dulu…
Tanpa Nama berkata…
- Masalahnya, Kristianiti tidak mengajarkan mati lebih kuat dari Tuhan. Maka, anda sebenarnya salah faham dalam hal ini.

Saya tau, tapi ujaran kamu seolah2 mengatakan mati adalah lebih kuat dari Tuhan kerana seolah2 Tuhan tidak mampu untuk menyelamatkan manusia dari kematian. Sehingga perlukan Tuhan berkorban di tiang salib untuk menyelamat manusia..
Tanpa Nama berkata…
- Maaf, jika itulah kesempurnaan yang anda percayai, saya sangat bersimpati dengan anda. Jika itu adalah kesempurnaan, mengapa kita bersedih apabila saudara atau sahabat kita meninggal dunia? Mengapa kita berusaha untuk mengelak dari bencana?
- Cuba anda bersikap jujur dan tanya diri anda, adakah anda merasakan kematian, kesengsaraan, bencana, kesakitan, kehilangan dan apa jua hal yang menyedihkan adalah kesempurnaan ciptaan Tuhan.
- Katakan saudara kita dibunuh. Adakah ini bererti perbuatan pembunuh tersebut hanyalah suatu tindakan yang menunjukkan kesempurnaan ciptaan Tuhan?

Kamu keliru dengan dunia yang penuh cabaran ini..Adakah Tuhan tidak mampu menghalang kesengsaraan umat manusia??Tidak, Tuhan mampu bahkan jika Dia berkehendak, Dia berkuasa menggantikan kita dengan makhluk yang lain…Tapi bukan itu yang Tuhan hendakkan..Apa yang saya tau kesengsaraan manusia berpunca dari manusia itu sendiri..Ketamakan kita pada kuasa, wang, perempuan..Namun adakah ini bukan kesempurnaan ciptaan Tuhan itu sendiri???Cuba kamu fikir, mampukah kamu mencipta Tsunami yang mengorbankan ribuan manusia @ mencipta gunung berapai yang menggoncang bumi???Mampukah kamu mencipta manusia lainnya sesudah kemusnahan manusia lainnya?? Tidak ada siapa yang mampu melakukannya kecuali Tuhan…Mampukah kita berasa gagah pabila berhadapan dengan fenomena ini?? Pasti tidak…Kesengsaraan, kesedihan, kehilangan inilah yang akan menguatkan tekad kita untuk terus hidup..Kehilangan inilah yabg akan menguatkan pegangan kita untuk terus percaya pada Sang Pencipta..Kesengsaraan inilah yang akan memupuk kasih sayang kita pada yang telah tiada dengan doa dan kepercayaan kepada Tuhan…Kamu meratapi kehilangan akan tetapi kamu lupa untuk melihat kemunculan semangat dan keyakinan yang baru..
Tanpa Nama berkata…
- Maaf, pernahkah anda bertanya sendiri kepada mereka yang lumpuh dan cacat sama ada mereka merasakan diri mereka sempurna atau tidak?
- Nick Vujicic sendiri mengakui bahawa tubuhnya tidak sempurna, tetapi disempurnakan di dalam imannya terhadap Dia. Bukan itu sahaja, Justin Peters, seorang lagi individu yang tidak sempurna, juga mengakui bahawa tubuh kita tidak sempurna, tetapi akan disempurnakan oleh Dia. Seorang lagi individu yang lumpuh, Joni Eareckson Tada, juga mengakui bahawa kita tidak sempurna.

Kita yang fikir mereka tidak sempurna kerana bilangan mereka adalah sedikit..Jika bilangan golongan seperti ini adalah ramai dari kita adakah kamu fikir diri kamu sempurna??? Jika di kawasan kediaman kamu hanya kamu sahaja yang punya 2 mata dan yang lainnya punya 1 mata, adakah kamu fikir kesempurnaan itu untuk kamu??Adakah mereka akan fikir kamu adalah manusia yang sempurna???


Tanpa Nama berkata…
- Memandangkan anda mengatakan semua perkara yang menyedihkan tersebut adalah suatu kesempurnaan, adakah ini bererti di dalam syurga, juga wujud hal2 tersebut? Kerana syurga adalah tempat yang sempurna. Dan berdasarkan pemahaman anda, ia seolah2 menggambarkan di dalam syurga juga wujud kesengsaraan, kesusahan, dll.

Syurga adalah tempat yang abadi..Jika ada ayat yang lebih tinggi dari sempurna, mengapa tidak??? Dan kamu fikir, jika kamu di syurga nanti,,,adakah kamu akan mengerti akan makna sempurna??? Saya fikir, mungkin kamu takkan ingat pun kehidupan kamu sebelum kematian..Allahualam…

Tanpa Nama berkata…
- Katakan, saya mengatakan Al-Quran adalah palsu tanpa menjelaskan bagaimana ia palsu, dan sekadar mengatakan ia palsu kerana ada tercatat di dalam Al-Quran bahawa matahari terbenam di dalam matair yang hitam berlumpur, adakah anda akan menerima dakwaan “Al-Quran adalah palsu” sebagai benar?

Allah menceritakan Zulkarnain yang melihat matahari yang terbenam dalam lumpur…Seperti saya mengatakan, Tiwas melihat matahari terbit dari tingkap rumahnya..Walau saya tau matahari tidak terbit dalam erti kata sebenar, tapi saya menceritakan begitu untuk watak Tiwas..
Tanpa Nama berkata…
- Tanpa nama, saya setuju bahawa bukti2 boleh diubah, namun, kita boleh mengetahuinya dengan menyelidiki bukti2 tersebut. Sama halnya dengan kitab-kitab kepercayaan. Kita juga boleh menyelidiki kesahihannya dengan melihat sama ada ia selari dengan realiti yang ada atau tidak.
- Hakikatnya, kisah penyaliban Yesus, seperti yang dicatatkan di dalam Alkitab/Bible, adalah selari dengan realiti yang ada.

Kamu boleh mengetahuinya, tapi kamu tidak boleh mengesahkannya???Benar kan???
Tanpa Nama berkata…
- Sebagai contoh, di dalam Al-Quran sendiri ada mencatatkan bagaimana Allah berbicara kepada Nabi Musa melalui semak yang bernyala. Jika kita mengikut cara penilaian anda, kita juga boleh mempertikaikan, mengapa Tuhan tidak berbicara terus kepada Nabi Musa tanpa memerlukan semak api yang bernyala untuk menarik perhatian Nabi Musa? Atau, tidakkah Tuhan boleh terus menurunkan perintah-Nya masuk terus ke dalam akal fikiran Nabi Musa tanpa perlu menggunakan semak yang bernyala?

Saya tak pasti dengan ayat yang kamu katakan ini..Yang saya pasti, gunung telah runtuh berkecai kerana permintaan itu..Maksudnnya yang saya tau,,Allah boleh saja melakukannya, akan tetapi Kebesaran dan Kekuasaan Allah adalah lebih besar dari permintaan Nabi Musa..Mudahnya, Allah boleh saja berbicara terus dengan Musa akan tetapi yang lebih penting Allah nak menunjukkan kepada manusia Kemuliaan dan Kebesaran Allah tak tertanggung dengan kudrat manusia..Allahualam..
Tanpa nama berkata,
Tanpa Nama berkata…

“- Persoalannya, mengapa benda hidup perlu merasa mati?

“- Persoalannya, mengapa Tuhan mengkehendaki Adam dikeluarkan dari syurga, walaupun Tuhan tahu bahawa tindakan tersebut akan mengakibatkan keturunan Adam terpaksa melalui kehidupan fana, kesengsaraan, dan kematian?

Itu adalah kehendakNya..Yang saya tau, samada Adam melanggar perintah Allah @ tidak, dia tetap akan keluar dari syurga..


- Apa yang sempurna dengan kematian dan kesengsaraan?


Bukan macamtu, soalannya, kenapa yang mati perlu hidup?? Kenapa dari tiada menjadi ada?? Kenapa kita perlu wujud???

Itu adalah kehendakNya..Yang saya tau, samada Adam melanggar perintah Allah @ tidak, dia tetap akan keluar dari syurga..

???Sempurna le..Hidup lawannya mati..sengsara lawannya gembira..Semua ini membuktikan Allah itu adalah Tuhan yang Maha Berkuasa yang telah mencipta kita…


Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama berkata,
Jadi bagaimana anda tau sememangnya benar Tuhan yang anda sembah bergaduh dengan manusia lalu dengan sengaja kalah hanya dengan kitab tsb???

- Nampaknya, anda cuba memulangkan persoalan ini kepada saya? Adakah kerana anda tidak dapat memberikan sebarang dasar kepada dakwaan anda?
- Anda bertanya bagaimana saya tahu? Kerana, Yesus sendiri tidak mempertikaikan hal tersebut. Yesus tidak pernah mengatakan peristiwa tersebut sebagai palsu. Malah, Yesus sering memetik ayat-ayat dari kitab-kitab Perjanjian Lama di dalam pengajaran-Nya. Jika Yesus sendiri tidak mempertikaikannya, mengapa pula saya perlu mempertikaikannya?

Tanpa nama juga bertanya,
Seperkara, masa Tuhan bergaduh, dia guna tubuh manusia @ menjelma jadi manusia???

- Tidak disebutkan Dia menggunakan tubuh manusia. Jika Dia menggunakan tubuh manusia, ia seperti anda menggambarkan Tuhan masuk ke dalam tubuh manusia (seperti merasuk). Dan, mengapa anda bertanyakan soalan ini?

Tanpa Nama berkata...
Begitu ke???Jadi anda yang satu hari akan mati adalah kerana dihukum Tuhan..@ Manusia yang mati selepas Yesus menyelamatkan manusia di kayu salib juga kerana menerima hukuman???

- Menurut Alkitab, ya, kita mati kerana itu merupakan hukuman Tuhan selepas Adam dan Hawa melakukan perlanggaran. Selepas kematian ini, kita akan berdepan dengan satu lagi kematian, iaitu kematian kekal di dalam neraka. Yesus menyelamatkan manusia dari kematian kekal tersebut, yang mana juga adalah penghukuman mutlak Tuhan pada hari kiamat nanti.



Tanpa nama berkata,
Kita kena mati kerana kita dicipta olehNya..Yang tak mati hanyalah Tuhan yang Esa…Kita mati kerana itu yang ditetapkanNya..Tuhan mengasihi kita atas keimanan dan ketakwaan dan mengamalkan budi pekerti yang diperintahkanNya..InsyaAllah, Tuhan mengasihi hambaNya yang mengasihi hambaNya yang lain…

- Anda tidak menjelaskan mengapa kita “kena mati”. Mengapa Tuhan menciptakan kita hanya untuk mematikan kita?
- Ia seperti ibu bapa, melahirkan anak, hanya untuk mematikan anak tersebut. Hal sebegitu tidak munasabah.
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama berkata,
Kalau kita tidak mati, apa bezanya kita dengan Tuhan. Jikapun berbeza :- Tuhan yang Kuat dan kita Tuhan yang lemah..Jika begitu apa bezanya kita dengan Firaun yang mengaku dirinya adalah Tuhan???

- Jika kita tidak mati, bezanya, kita tetap adalah mahkluk ciptaan walaupun kita tidak mati. Tuhan cukup berkuasa untuk memberikan kita kehidupan kekal atau kematian kekal. Hanya kerana Dia memberikan kita kehidupan kekal, tidak bererti kita telah menjadi sama seperti Tuhan.
- Tentang persamaan dengan Firaun, ia tidak berkaitan dengan hal ini.

Tanpa nama berkata,
Kita mati tidak bermakna tidak menikmati kasihNya..Kuasa Tuhan Maha Luas..Alam yang bakal kita tempuhi pastinya akan dipenuhi segala harapan dan doa kita agar dikasihi oleh Tuhan..Untuk memperolehi kasih sayangNya yang abadi, kita perlu mati dulu…

- Benar, kita mati tidak bermakna tidak menikmati kasihNya, namun, ia tidak mengubah hakikat bahawa kematian adalah sesuatu yang tidak sempurna. Ia adalah sesuatu yang sepatutnya tidak ada di dalam dunia ini.
- Selepas kematian, alam yang bakal kita tempuhi adalah penghakiman. Segala usaha kita (seperti doa dan harapan) tidak akan dapat menyelamatkan kita dari hukuman kematian kekal. Hanya Tuhan yang dapat melepaskan kita, kerana Dia yang akan menjatuhkan hukuman tersebut.
- Untuk memperolehi kasih sayangNya, tidak ada apa-apa yang dapat kita lakukan kerana Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita.

Tanpa Nama berkata...
Saya tau, tapi ujaran kamu seolah2 mengatakan mati adalah lebih kuat dari Tuhan kerana seolah2 Tuhan tidak mampu untuk menyelamatkan manusia dari kematian. Sehingga perlukan Tuhan berkorban di tiang salib untuk menyelamat manusia..

- Jika anda tahu, mengapa anda masih memperkatakan hal tersebut?
- Mati, adalah hukuman Tuhan ke atas perlanggaran kita. Dan hanya Tuhan yang mampu menarik balik hukuman tersebut. Tuhan itu Maha Adil. Dia tidak akan membiarkan sebarang perlanggaran/dosa terlepas dari hukuman.

Tanpa nama berkata,
Kamu keliru dengan dunia yang penuh cabaran ini..Adakah Tuhan tidak mampu menghalang kesengsaraan umat manusia??Tidak, Tuhan mampu bahkan jika Dia berkehendak, Dia berkuasa menggantikan kita dengan makhluk yang lain… Tapi bukan itu yang Tuhan hendakkan..

- Benar Tuhan mampu menghalang, namun, menurut kepercayaan anda, Tuhan sengaja memberikan kesengsaraan tersebut apabila Adam dikeluarkan dari Firdaus.
- Ia bukan soal Tuhan mampu atau tidak, tetapi soal mengapa Tuhan di dalam kepercayaan anda sengaja membiarkan manusia mengalami kesengsaraan sedangkan menurut kepercayaan anda, Tuhan telah mengampunkan Adam.
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama berkata,
Apa yang saya tau kesengsaraan manusia berpunca dari manusia itu sendiri..Ketamakan kita pada kuasa, wang, perempuan..

- Benar sekali. Kesengsaraan ini berpunca dari manusia sendiri, yang mana hidup di dalam akibat dosa. Ketamakan kita ini timbul dari akibat dosa yang telah masuk ke dalam dunia ini melalui Adam dan Hawa.
- Nampaknya, anda sendiri mengakui kesengsaraan ini diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri. Namun, mengapa anda mengatakan Tuhan yang menciptakan kesengsaraan tersebut?

Tanpa nama berkata,
Namun adakah ini bukan kesempurnaan ciptaan Tuhan itu sendiri???Cuba kamu fikir, mampukah kamu mencipta Tsunami yang mengorbankan ribuan manusia @ mencipta gunung berapai yang menggoncang bumi???Mampukah kamu mencipta manusia lainnya sesudah kemusnahan manusia lainnya?? Tidak ada siapa yang mampu melakukannya kecuali Tuhan…

- Maaf tanpa nama, Tuhan menciptakan bumi ini pada mulanya tidak mempunyai sebarang kecacatan seperti bencana alam atau kemusnahan. Semuanya baik menurut kehendak-Nya.
- Namun, kerosakkan berlaku apabila Adam jatuh di dalam dosa, dan akibat dosa ini telah merosakkan semuanya. Akibat dosa adalah maut, iaitu hukuman Tuhan ke atas perlanggaran kita.
- Saya tahu, hal ini bercanggah dengan kepercayaan anda.

Tanpa nama berkata,
Mampukah kita berasa gagah pabila berhadapan dengan fenomena ini?? Pasti tidak…Kesengsaraan, kesedihan, kehilangan inilah yang akan menguatkan tekad kita untuk terus hidup..Kehilangan inilah yabg akan menguatkan pegangan kita untuk terus percaya pada Sang Pencipta..Kesengsaraan inilah yang akan memupuk kasih sayang kita pada yang telah tiada dengan doa dan kepercayaan kepada Tuhan…Kamu meratapi kehilangan akan tetapi kamu lupa untuk melihat kemunculan semangat dan keyakinan yang baru..

- Yang menguatkan kita bukanlah kesengsaraan, tetapi harapan yang ada pada kita apabila kita berharap kepada Tuhan.
- Kehilangan tidak akan menguatkan pegangan kita, tetapi iman kita bahawa Tuhan pasti akan menyelematkan kita, itu yang membuatkan kita terus percaya pada Sang Pencipta.
- Kesengsaraan ini mengingatkan kita betapa kita memerlukan kasih karunia daripada-Nya kerana kita tidak akan pernah mampu keluar dari kesengsaraan ini. Usaha kita adalah sia-sia. Hanya Dia yang dapat melepaskan kita dari keadaan ini.
- Kristian meratapi pemergian mereka yang disayangi, namun dengan suatu keyakinan dan iman bahawa pada hari kebangkitan nanti, akan dipertemukan semula, malah, lebih indah lagi, akan berada di hadirat Tuhan.
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama berkata,
Kita yang fikir mereka tidak sempurna kerana bilangan mereka adalah sedikit..Jika bilangan golongan seperti ini adalah ramai dari kita adakah kamu fikir diri kamu sempurna??? Jika di kawasan kediaman kamu hanya kamu sahaja yang punya 2 mata dan yang lainnya punya 1 mata, adakah kamu fikir kesempurnaan itu untuk kamu??Adakah mereka akan fikir kamu adalah manusia yang sempurna???

- Ia tidak berkaitan denga bilangan. Hakikatnya, tidak mempunyai tangan dan kaki, adalah suatu kecacatan berbanding mempunyai tangan dan kaki. Walaupun jika di kawasan kediaman kita, hanya kita yang mempunyai 2 biji mata sementara yang lain hanya satu mata, ia tetap tidak mengubah hakikat bahawa 2 biji mata lebih baik berbanding 1 biji mata.
- Lagipun, yang mengakui ketidak sempurnaan ini adalah mereka yang cacat. Mereka sendiri mengakui diri mereka tidak sama seperti orang lain.
- Maaf tanpa nama, mungkin anda kurang sensitif dengan keadaan mereka. Mereka tidak akan gembira jika anda mengatakan mereka sempurna walaupun hakikatnya mereka cacat. Mereka hanya akan melihat anda sekadar cuba mengambil hati mereka, atau lebih teruk lagi, mengejek mereka.

Tanpa nama,
Saya bertanya:
Memandangkan anda mengatakan semua perkara yang menyedihkan tersebut adalah suatu kesempurnaan, adakah ini bererti di dalam syurga, juga wujud hal2 tersebut? Kerana syurga adalah tempat yang sempurna. Dan berdasarkan pemahaman anda, ia seolah2 menggambarkan di dalam syurga juga wujud kesengsaraan, kesusahan, dll.

Anda menjawab,
Syurga adalah tempat yang abadi..Jika ada ayat yang lebih tinggi dari sempurna, mengapa tidak??? Dan kamu fikir, jika kamu di syurga nanti,,,adakah kamu akan mengerti akan makna sempurna??? Saya fikir, mungkin kamu takkan ingat pun kehidupan kamu sebelum kematian..Allahualam…

- Anda mengelak dari menjawab secara terus permasalahan yang timbul dari penjelasan anda tentang sempurna.
- Soalan saya jelas, memandangkan anda mengatakan kesengsaraan, kesedihan, kematian, adalah kesempurnaan, adakah ini bererti di dalam syurga nanti, hal2 ini juga wujud memandangkan syurga adalah suatu tempat yang sempurna?
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama berkata,
Allah menceritakan Zulkarnain yang melihat matahari yang terbenam dalam lumpur…Seperti saya mengatakan, Tiwas melihat matahari terbit dari tingkap rumahnya..Walau saya tau matahari tidak terbit dalam erti kata sebenar, tapi saya menceritakan begitu untuk watak Tiwas..

- Nampaknya, anda sendiri tidak jelas dengan peristiwa yang diceritakan di dalam ayat tersebut. Ayat tersebut dengan jelas menceritakan matahari terbenam di dalam matair berlumpur hitam. Ia bukan suatu metafora.
- Saya petik semula penjelasan saya tentang hal ini kepada seorang pengunjung blog ini sebelum ini.
“apa kata kita lihat tafsir daripada pentafsir Islam sendiri iaitu Ibn Abbas, juga adalah sepupu kepada Nabi Muhammad sendiri.

Ibn Abbas mentafsikan surah Al-Kahf ayat 86 seperti berikut:
"(Till, when he reached the setting place of the sun) where the sun sets, (he found it setting in a muddy spring) a blackened, muddy and stinking spring; it is also said that this means: a hot spring, (and found a people thereabout) these people were disbelievers: (We said: O Dhu'l-Qarnayn!) We inspired him (Either punish) either kill them until they accept to believe that there is no deity except Allah (or show them kindness) or you pardon them and let them be." (sumber)

- terjemahan
"(Sehingga apabila ia sampai ke daerah matahari terbenam,) tempat di mana matahari terbenam, (ia mendapatinya terbenam di sebuah matair yang hitam berlumpur) mata air yang hitam, berlumpur dan berbau busuk; ia juga bererti bahawa ia adalah: mata air panas, (dan ia dapati di sisinya satu kaum)orang-orang ini adalah kaum kafir: (Kami berfirman: Wahai Zulkarnain!) Kami memberinya wahyu (Pilihlah sama ada engkau hendak menyeksa mereka) sama ada mereka dibunuh sehinggalah mereka menerima untuk percaya tidak ada Tuhan selain Allah (atau engkau bertindak secara baik terhadap mereka) atau engkau mengampunkan dan membiarkan mereka."

- Perhatikan bahagian yang ditebalkan, ia merupakan tafsir daripada Ibn Abbas. Dengan jelas, Ibn Abbas sendiri mentafsirkan kenyataan tersebut secara literal/harafiah, iaitu matahari benar-benar terbenam di dalam sebuah mata air yang hitam, berlumpur, dan berbau busuk, serta panas.
- Nampaknya, pemahaman saya tentang surah Al-Kahf ayat 86 adalah sama dengan Ibn Abbas sendiri, yang mana hidup sezaman dengan Nabi Muhammad, malah adalah sepupu kepada Nabi Muhammad sendiri.
- Maka, secara logiknya, tafsiran mana satu yang perlu saya percaya? Penafian anda atau pengesahan Ibn Abbas?”
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama berkata,
Kamu boleh mengetahuinya, tapi kamu tidak boleh mengesahkannya???Benar kan???

- Apa maksud anda?

Tanpa nama berkata,
Saya tak pasti dengan ayat yang kamu katakan ini..Yang saya pasti, gunung telah runtuh berkecai kerana permintaan itu..Maksudnnya yang saya tau,,Allah boleh saja melakukannya, akan tetapi Kebesaran dan Kekuasaan Allah adalah lebih besar dari permintaan Nabi Musa..Mudahnya, Allah boleh saja berbicara terus dengan Musa akan tetapi yang lebih penting Allah nak menunjukkan kepada manusia Kemuliaan dan Kebesaran Allah tak tertanggung dengan kudrat manusia..Allahualam..

- Anda tidak pasti? Bukankah saya telah menyertakan link kepada ayat tersebut di dalam komen yang saya berikan? Ayat tersebut ada di dalam Al-Quran.
- Dan, nampaknya anda sendiri cuba menjelaskan “tujuan” Allah berbuat demikian. Maka, mengapa apabila saya menjelaskan “tujuan” Tuhan berbuat demikian (bergulat dengan Yakub) anda tidak mempertimbangkannya?

Tanpa nama berkata,
Itu adalah kehendakNya..Yang saya tau, samada Adam melanggar perintah Allah @ tidak, dia tetap akan keluar dari syurga..

- Agak menghairankan anda boleh menerima begitu sahaja hal tersebut (tentang Adam), walaupun tidak ada penjelasan diberikan. Namun, apabila penjelasan diberikan kepada isu-isu yang dipertikaikan di dalam post ini, anda tidak mahu mempertimbangkannya.

Tanpa nama berkata,
Bukan macamtu, soalannya, kenapa yang mati perlu hidup?? Kenapa dari tiada menjadi ada?? Kenapa kita perlu wujud???

- Ada satu jawapan ringkas untuk semua itu. Kerana “Kasih”.

Tanpa nama berkata,
???Sempurna le..Hidup lawannya mati..sengsara lawannya gembira..Semua ini membuktikan Allah itu adalah Tuhan yang Maha Berkuasa yang telah mencipta kita…

- Adakah kerana wujud “lawan” untuk hidup, sengsara, dll, menunjukkan ia adalah sempurna?
- Adakah ini bererti wujud suatu lawan untuk Tuhan?
Tanpa Nama berkata…
Spt ibu bapa melahirkan anak..?????inilah kristian,,sering mengatakan perumpamaan ini hyalah metfora shj akn tetapi dalam x sedar meyakiini diri adalh ank tuhan hgga lupa manusia dicipta bukan dilahirkan..berkenaan zilkarnain..pastinya kamu akan memilih tafsiran yang selari dgn tuduhan kamu..ianya semudah itu..saya memilih utk membicara tafsiran bible yg kamu sdri petik dan kamu memilih utk menyerang dgb tafsiran alquran yg kamu sdri petik?? kamu lihat kecacatan kerna itu yg kamu nak lihat ...kamu gagal melihat kesempurnaan kerna sering melihat kesengsaraan dan utk merelevankan hujah kamu gunakan alasan adam adalah puncanya..dunia yg dicipta tuhan telh cukup sempurna, yg fikir x sempurna adlah manusia yg x reti syukur dn sering mencari kesalahan org lain bagi menutup kelemahan sdri..
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama,
Anda menulis,
"Spt ibu bapa melahirkan anak..?????inilah kristian,,sering mengatakan perumpamaan ini hyalah metfora shj akn tetapi dalam x sedar meyakiini diri adalh ank tuhan hgga lupa manusia dicipta bukan dilahirkan.."

- Apabila Kristian mengatakan kita adalah "anak-anak Tuhan", tidak bermaksud dilahirkan secara biologi.
- Maka, kenyataan anda ini hanya menunjukkan anda tidak pernah menyelidiki penggunaan gelaran ini di dalam kepercayaan Kristian.

Anda menulis,
"berkenaan zilkarnain..pastinya kamu akan memilih tafsiran yang selari dgn tuduhan kamu..ianya semudah itu.."

- Saya menggunakan tafisran daripada kepercayaan anda sendiri. Malah, tafsiran tersebut adalah antara tafsiran terawal di dalam kepercayaan anda sendiri.
- Ia bukan soal saya menggunakan tafsiran yang selari dengan "tuduhan" saya.
- Jika anda tidak setuju, apa kata anda berikan tafsiran daripada Muslim yang lebih awal berbanding tafsiran yang saya gunakan tersebut.

Anda menulis,
"saya memilih utk membicara tafsiran bible yg kamu sdri petik dan kamu memilih utk menyerang dgb tafsiran alquran yg kamu sdri petik??"

- Maaf tanpa nama, siapa yang mula-mula memberikan tafsiran Bible tersebut? Saya? Cuba anda baca semula post ini.
- Tujuan saya menggunakan Al-Quran adalah untuk menunjukkan "double standard" yang anda lakukan dalam menilai kepercayaan Kristian.
- Anda mengkritik Bible menggunakan suatu standard. Namun, standard yang sama ini tidak anda gunakan untuk menilai kepercayan anda sendiri.
- Sebagai contoh, anda mengkritik Bible kerana menyatakan Tuhan telah datang dalam bentuk ciptaan-Nya (iaitu menjadi manusia) sebagai tidak patut dan tidak layak dilakukan Tuhan.
- Namun, menurut Al-Quran, Allah juga telah datang melalui ciptaan-Nya (iaitu semak yang bernyala) untuk bertemu dengan Nabi Musa. Mengapa anda tidak mempertikaikan hal tersebut sedangkan intipati peristiwa di dalam Al-Quran tersebut adalah sama dengan intipati peristiwa di dalam Bible yang anda kritik? Iaitu, Tuhan/Allah telah datang bertemu dengan Yakub/Musa dalam bentuk ciptaan-Nya iaitu manusia/semak yang terbakar.

Anda menulis,
"kamu lihat kecacatan kerna itu yg kamu nak lihat ...kamu gagal melihat kesempurnaan kerna sering melihat kesengsaraan dan utk merelevankan hujah kamu gunakan alasan adam adalah puncanya..dunia yg dicipta tuhan telh cukup sempurna, yg fikir x sempurna adlah manusia yg x reti syukur dn sering mencari kesalahan org lain bagi menutup kelemahan sdri.."

- Jika dunia ini sempurna, mengapa ia akan binasa akhirnya? Mengapa wujud bencana2 alam yang mengorbankan banyak manusia? Mengapa wujud kematian?
- Nampaknya, anda yang tidak berpijak kepada realiti sebenar hidup ini yang mana adalah tidak sempurna.
- Cuba tanya diri anda, dapatkah anda melihat seorang anak yang menangis kerana ibu bapanya baru sahaja meninggal kerana dibunuh, atau akibat bencana alam, atau akibat sakit penyakit, dan berkata, "itu adalah kesempurnaan ciptaan Tuhan"?
Tanpa Nama berkata…
kamu yang menafsir bible kamu dan saya hanya mempersoalkannya..bukan saya yang post petikan bible dan mempersoalkannya, tapi saya mempersoalkan tafsiran yang kamu sendiri buat ke atas ayat2 kamu..saya tidak memetik dari kitab alquran untuk mematahkan hujah kamu..akan tetapi cukup bagi saya untuk mematahkan hujah kamu melalui tafsiran kamu sendiri ke atas ayat bible yang kamu petik...dan kamu pula memetik tafsiran alquran hanya untuk menyelaraskan tuduhan kamu tanpa mengira samaada ianya dari sumber yang sah @ tidak...nampaknya kamu seolah2 terdesak untuk berhujah dengan saya...
Tiwas Tiwasok berkata…
Tanpa nama,
Anda berkata,
"kamu yang menafsir bible kamu dan saya hanya mempersoalkannya..bukan saya yang post petikan bible dan mempersoalkannya, tapi saya mempersoalkan tafsiran yang kamu sendiri buat ke atas ayat2 kamu.."

- Cuba anda baca semula post ini. Bukan saya yang memetik ayat Alkitab dan memberikan tafsiran kepada ayat-ayat tersebut.
- Saya hanya memberikan respon terhadap dakwaan yang diberikan oleh seorang tanpa nama (saya tidak tahu itu anda atau bukan) yang telah memberikan komen copy-paste dari laman answering misionaris.
- Anda pula hanya mempersoalkan tafsiran sebenar yang saya berikan tanpa memberikan sebarang konteks dan penjelasan.

Anda menulis,
"saya tidak memetik dari kitab alquran untuk mematahkan hujah kamu..akan tetapi cukup bagi saya untuk mematahkan hujah kamu melalui tafsiran kamu sendiri ke atas ayat bible yang kamu petik...dan kamu pula memetik tafsiran alquran hanya untuk menyelaraskan tuduhan kamu tanpa mengira samaada ianya dari sumber yang sah @ tidak...nampaknya kamu seolah2 terdesak untuk berhujah dengan saya..."

- Benar anda tidak memetik Al-Quran, namun, fahaman anda dalam mempersoalkan ayat-ayat Alkitab tersebut adalah berdasarkan kepercayaan anda sebagai seorang Muslim.
- Bukan itu sahaja, hal2 yang anda pertikaikan ini, juga wujud di dalam kepercayaan anda sendiri.
- Maka, adalah sesuatu yang menghairankan apabila anda mempertikaikan sesuatu yang mana juga wujud di dalam kepercayaan anda sendiri. Ini menunjukkan anda tidak konsisten dengan dakwaan anda sendiri.
- Itulah sebabnya saya menimbulkan tafsiran ayat-ayat Al-Quran ini untuk menyedarkan anda bahawa anda tidak konsisten dalam memberian dakwaan.

- Selain itu, yang memberikan dakwaan ini (iaitu penulis blog Answering misionaris) sebenarnya telah menggunakan Al-Quran untuk menyokong hujahnya. Maka, memandangkan anda sependapat dengan penulis answering misionaris, sepatutnya anda tidak mempersoalkan tindakan saya menggunakan Al-Quran, melainkan anda sendiri belum membaca artikel post ini dengan teliti sebelum memberikan komen.

Memandangkan anda tidak lagi berinteraksi dengan hujah2 dan argumen yang diperkatakan di dalam artikel post ini, saya akan berhenti sampai di sini. Saya akan memberikan respon jika anda sudah bersedia untuk:

1. Memberikan penjelasan kepada dakwaan2 anda tentang ayat-ayat Alkitab tersebut.

2. Menjelaskan "kesempurnaan" yang anda katakan berdasarkan realiti sebenar dunia dan kehidupan ini.

3. Lebih bersikap konsisten dengan kepercayaan dan dakwaan anda sendiri.

Dan, terima kasih kerana sudi meluangkan masa memberikan komen.
Tuhan memberkati.
Tanpa Nama berkata…
Tiwas :
- Nampaknya, anda cuba memulangkan persoalan ini kepada saya? Adakah kerana anda tidak dapat memberikan sebarang dasar kepada dakwaan anda?
- Anda bertanya bagaimana saya tahu? Kerana, Yesus sendiri tidak mempertikaikan hal tersebut. Yesus tidak pernah mengatakan peristiwa tersebut sebagai palsu. Malah, Yesus sering memetik ayat-ayat dari kitab-kitab Perjanjian Lama di dalam pengajaran-Nya. Jika Yesus sendiri tidak mempertikaikannya, mengapa pula saya perlu mempertikaikannya?

Lalu bagaimana kamu pasti ianya adalah benar2 terus dari Yesus..

Tiwas :
- Menurut Alkitab, ya, kita mati kerana itu merupakan hukuman Tuhan selepas Adam dan Hawa melakukan perlanggaran. Selepas kematian ini, kita akan berdepan dengan satu lagi kematian, iaitu kematian kekal di dalam neraka. Yesus menyelamatkan manusia dari kematian kekal tersebut, yang mana juga adalah penghukuman mutlak Tuhan pada hari kiamat nanti.

Jadi jika Adam dan Hawa tidak melanggar perintah Tuhan, manusia seluruhnya adalah tidak mati @ hidup kekal abadi?? Jadi jika manusia adalah hidup, dimanakah permulaan kehidupan manusia?? Bukankah permulaan dari kehidupan adalah dari kematian itu sendiri dan kematian itu sendiri bermula dari kehidupan??? Bukankah ada bermula dari tiada dan tiada itu bermula dari ada??? Lalu adakah Tuhan itu dari tiada kepada ada @ dari ada ke tiada??? Lalu, siapa yang tidak melalui proses ini yang tentunya punya jawapan pada persoalan ini???
Tanpa Nama berkata…
Tiwas :
- Anda tidak menjelaskan mengapa kita “kena mati”. Mengapa Tuhan menciptakan kita hanya untuk mematikan kita?
- Ia seperti ibu bapa, melahirkan anak, hanya untuk mematikan anak tersebut. Hal sebegitu tidak munasabah.

Inilah perbezaannya antara melahir dan mencipta..Manusia dicipta Tuhan dan dilahirkan melalui ibu..Oleh kerana kita dicipta sememangnya kita akan mati kerana yang tak mati hanyalah Tuhan – Sang Pencipta..Jika manusia tidak mati, apa guna sembah Tuhan??? Mengapa manusia perlu menyembah Tuhan jika diri sendiri tidak DIMATIKAN???

Tiwas :
- Jika kita tidak mati, bezanya, kita tetap adalah mahkluk ciptaan walaupun kita tidak mati. Tuhan cukup berkuasa untuk memberikan kita kehidupan kekal atau kematian kekal. Hanya kerana Dia memberikan kita kehidupan kekal, tidak bererti kita telah menjadi sama seperti Tuhan.
- Tentang persamaan dengan Firaun, ia tidak berkaitan dengan hal ini.

Ya, kamu benar..Tuhan berkuasa memberi kita hidup kekal tetapi hakikatnya kamu bukan Tuhan yang memerlukan pada hidup kekal..Dan ayat kamu seolah2 kamu menyamakan diri kamu dengan Tuhan…Mengapa pula tidak sama berkenaan FIraun..?Bukankah dia mendakwa dirinya adalah Tuhan?? Mengapa tidak kamu
menyembahnya??Dia pun hidup kekal spt yang kamu fahami juga???
Tanpa Nama berkata…

Tiwas :
- Benar, kita mati tidak bermakna tidak menikmati kasihNya, namun, ia tidak mengubah hakikat bahawa kematian adalah sesuatu yang tidak sempurna. Ia adalah sesuatu yang sepatutnya tidak ada di dalam dunia ini.
- Selepas kematian, alam yang bakal kita tempuhi adalah penghakiman. Segala usaha kita (seperti doa dan harapan) tidak akan dapat menyelamatkan kita dari hukuman kematian kekal. Hanya Tuhan yang dapat melepaskan kita, kerana Dia yang akan menjatuhkan hukuman tersebut.
- Untuk memperolehi kasih sayangNya, tidak ada apa-apa yang dapat kita lakukan kerana Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita.

Kematian perlu ada kerana ini yang Tuhan hendakkan..Kita perlu berusaha untuk mendapat kasih sayang dan keredhaan Tuhan kerana itu yang dituntut oleh Tuhan..Kita hidup di dunia bukan untuk duduk diam dan mengharap semuanya datang bergolek..Usaha adalah sesuatu yang ditetapkan Tuhan untuk manusia..Tanpa usaha kita sama sahaja dengan iblis yang putus harapan dan hilang kepercayaan pada Tuhan sehingga dia menderhaka…

Tiwas :
- Jika anda tahu, mengapa anda masih memperkatakan hal tersebut?
- Mati, adalah hukuman Tuhan ke atas perlanggaran kita. Dan hanya Tuhan yang mampu menarik balik hukuman tersebut. Tuhan itu Maha Adil. Dia tidak akan membiarkan sebarang perlanggaran/dosa terlepas dari hukuman.

Lalu bagaimana dengan kasih sayang Tuhan pula???
Tanpa Nama berkata…
Tiwas :
- Benar Tuhan mampu menghalang, namun, menurut kepercayaan anda, Tuhan sengaja memberikan kesengsaraan tersebut apabila Adam dikeluarkan dari Firdaus.
- Ia bukan soal Tuhan mampu atau tidak, tetapi soal mengapa Tuhan di dalam kepercayaan anda sengaja membiarkan manusia mengalami kesengsaraan sedangkan menurut kepercayaan anda, Tuhan telah mengampunkan Adam.
Kamu yang fikir ianya adalah kesengsaraan..Cuba kamu tanya Adam?? Adakah dia akan mengatakan apa yang berlaku adalah kerana Tuhan..Adakah dia akan mengatakan semua perkara yang berlaku adalah kesengsaraan???
Tiwas :
- Benar sekali. Kesengsaraan ini berpunca dari manusia sendiri, yang mana hidup di dalam akibat dosa. Ketamakan kita ini timbul dari akibat dosa yang telah masuk ke dalam dunia ini melalui Adam dan Hawa.
- Nampaknya, anda sendiri mengakui kesengsaraan ini diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri. Namun, mengapa anda mengatakan Tuhan yang menciptakan kesengsaraan tersebut?

Segala di alam ini dicipta Tuhan..Apa jua tindakan kita akan menghasilkan akibat..Samaada tindakan @ akibat adalah ciptaan Tuhan juga…Hanya akal dan fikiran yang akan menentukan pilihan kita…
Tanpa Nama berkata…
Tiwas :
- Maaf tanpa nama, Tuhan menciptakan bumi ini pada mulanya tidak mempunyai sebarang kecacatan seperti bencana alam atau kemusnahan. Semuanya baik menurut kehendak-Nya.
- Namun, kerosakkan berlaku apabila Adam jatuh di dalam dosa, dan akibat dosa ini telah merosakkan semuanya. Akibat dosa adalah maut, iaitu hukuman Tuhan ke atas perlanggaran kita.
- Saya tahu, hal ini bercanggah dengan kepercayaan anda.

Ya,,saya faham..awalnya alam yang dicipta Tuhan adalah sempurna akan tetapi telah menjadi tidak sempurna akibat perbuatan manusia ..Siapa kita untuk mengatakan alam ini dari dulu hingga sekarang, dari sempurna ke tidak sempurna????

Tiwas :
- Yang menguatkan kita bukanlah kesengsaraan, tetapi harapan yang ada pada kita apabila kita berharap kepada Tuhan.
- Kehilangan tidak akan menguatkan pegangan kita, tetapi iman kita bahawa Tuhan pasti akan menyelematkan kita, itu yang membuatkan kita terus percaya pada Sang Pencipta.
- Kesengsaraan ini mengingatkan kita betapa kita memerlukan kasih karunia daripada-Nya kerana kita tidak akan pernah mampu keluar dari kesengsaraan ini. Usaha kita adalah sia-sia. Hanya Dia yang dapat melepaskan kita dari keadaan ini.
- Kristian meratapi pemergian mereka yang disayangi, namun dengan suatu keyakinan dan iman bahawa pada hari kebangkitan nanti, akan dipertemukan semula, malah, lebih indah lagi, akan berada di hadirat Tuhan.

Jadi berhentilah mengatakan alam ini tidak sempurna…Bukankah selepas kesengsaraan ini iman kamu telah menjadi semakin kuat???? Tidak sempurna lagikah alam ciptaan Tuhan ini????
Tanpa Nama berkata…
Tiwas :
- Ia tidak berkaitan denga bilangan. Hakikatnya, tidak mempunyai tangan dan kaki, adalah suatu kecacatan berbanding mempunyai tangan dan kaki. Walaupun jika di kawasan kediaman kita, hanya kita yang mempunyai 2 biji mata sementara yang lain hanya satu mata, ia tetap tidak mengubah hakikat bahawa 2 biji mata lebih baik berbanding 1 biji mata.
- Lagipun, yang mengakui ketidak sempurnaan ini adalah mereka yang cacat. Mereka sendiri mengakui diri mereka tidak sama seperti orang lain.
- Maaf tanpa nama, mungkin anda kurang sensitif dengan keadaan mereka. Mereka tidak akan gembira jika anda mengatakan mereka sempurna walaupun hakikatnya mereka cacat. Mereka hanya akan melihat anda sekadar cuba mengambil hati mereka, atau lebih teruk lagi, mengejek mereka.

Bukan saya yang menghina mereka..Sebaliknya kamu..Kamu yang menggunakan istilah sempurna dan tidak sempurna..Bagi saya, semua ciptaan Tuhan adalah sempurna…Pemikiran kamu yang mengatakan mereka tidak sempurna yang telah menghina mereka…Dan jika mereka sendiri fikir seperti kamu,,nampaknya mereka menghina diri mereka sendiri…Cuba kamu buang dari otak ayat ketidak sempurnaan…???

Tanpa nama,
Saya bertanya:
“Memandangkan anda mengatakan semua perkara yang menyedihkan tersebut adalah suatu kesempurnaan, adakah ini bererti di dalam syurga, juga wujud hal2 tersebut? Kerana syurga adalah tempat yang sempurna. Dan berdasarkan pemahaman anda, ia seolah2 menggambarkan di dalam syurga juga wujud kesengsaraan, kesusahan, dll.”

Tiwas :
- Anda mengelak dari menjawab secara terus permasalahan yang timbul dari penjelasan anda tentang sempurna.
- Soalan saya jelas, memandangkan anda mengatakan kesengsaraan, kesedihan, kematian, adalah kesempurnaan, adakah ini bererti di dalam syurga nanti, hal2 ini juga wujud memandangkan syurga adalah suatu tempat yang sempurna?

Bukankah telah saya katakan, jika ada ayat yang teratas dari sempurna, mengapa tidak??? Kamu sukar untuk memahaminya??? Bagaimana dengan kamu pula??Pasti jika kamu di syurga nanti, kamu akan faham makna kesengsaraan??? Kamu akan kenal ibu bapa, adik beradik, orang yg kamu pernah kenal??
Tanpa Nama berkata…

Tiwas :
- terjemahan
"(Sehingga apabila ia sampai ke daerah matahari terbenam,) tempat di mana matahari terbenam, (ia mendapatinya terbenam di sebuah matair yang hitam berlumpur) mata air yang hitam, berlumpur dan berbau busuk; ia juga bererti bahawa ia adalah: mata air panas, (dan ia dapati di sisinya satu kaum)orang-orang ini adalah kaum kafir: (Kami berfirman: Wahai Zulkarnain!) Kami memberinya wahyu (Pilihlah sama ada engkau hendak menyeksa mereka) sama ada mereka dibunuh sehinggalah mereka menerima untuk percaya tidak ada Tuhan selain Allah (atau engkau bertindak secara baik terhadap mereka) atau engkau mengampunkan dan

- terjemahan
"(Sehingga apabila TIWAS sampai ke daerah matahari terbenam,) tempat di mana matahari terbenam, (TIWAS mendapatinya terbenam di sebuah matair yang hitam berlumpur) mata air yang hitam, berlumpur dan berbau busuk; ia juga bererti bahawa ia adalah: mata air panas, (dan ia dapati di sisinya satu kaum)orang-orang ini adalah kaum kafir: (Kami berfirman: Wahai Zulkarnain!) Kami memberinya wahyu (Pilihlah sama ada engkau hendak menyeksa mereka) sama ada mereka dibunuh sehinggalah mereka menerima untuk percaya tidak ada Tuhan selain Allah (atau engkau bertindak secara baik terhadap mereka) atau engkau mengampunkan dan

Sudah jelas ayat ini adalah metafora???


Tanpa Nama berkata…
Tiwas :
- Apa maksud anda?

Kamu boleh saja memetik mana2 tulisan dan tafsiran akan tetapi bolehkah kamu mengesahkan ianya adalah benar dari Tuhan????


Tiwas :
- Anda tidak pasti? Bukankah saya telah menyertakan link kepada ayat tersebut di dalam komen yang saya berikan? Ayat tersebut ada di dalam Al-Quran.
- Dan, nampaknya anda sendiri cuba menjelaskan “tujuan” Allah berbuat demikian. Maka, mengapa apabila saya menjelaskan “tujuan” Tuhan berbuat demikian (bergulat dengan Yakub) anda tidak mempertimbangkannya?

Jawapan di atas..



Tiwas :
- Apabila Kristian mengatakan kita adalah "anak-anak Tuhan", tidak bermaksud dilahirkan secara biologi.
- Maka, kenyataan anda ini hanya menunjukkan anda tidak pernah menyelidiki penggunaan gelaran ini di dalam kepercayaan Kristian.

Kamu telah terlalu biasa dengan istilah ini hingga sedikit demi sedikit kamu menganggap anak Tuhan spt biologi juga…
Tanpa Nama berkata…

Tiwas :
- Namun, menurut Al-Quran, Allah juga telah datang melalui ciptaan-Nya (iaitu semak yang bernyala) untuk bertemu dengan Nabi Musa. Mengapa anda tidak mempertikaikan hal tersebut sedangkan intipati peristiwa di dalam Al-Quran tersebut adalah sama dengan intipati peristiwa di dalam Bible yang anda kritik? Iaitu, Tuhan/Allah telah datang bertemu dengan Yakub/Musa dalam bentuk ciptaan-Nya iaitu manusia/semak yang terbakar.

Saya baru teringat..Kalau tak silap saya Musa berjalan dan terlihat api dari jauh..Saya ingin mengatakan itu hanyalah penanda…Bukannya Tuhan menjelma menjadi semak yang bernyala..Berbeza denga kisah Tuhan gaduh dengan manusia dlam bible kamu…Mana kamu dapat tafsiran ini semua??? Nanti saya berikan tafsiran yang tepat…
Tanpa Nama berkata…
Tiwas :
- Jika dunia ini sempurna, mengapa ia akan binasa akhirnya? Mengapa wujud bencana2 alam yang mengorbankan banyak manusia? Mengapa wujud kematian?
- Nampaknya, anda yang tidak berpijak kepada realiti sebenar hidup ini yang mana adalah tidak sempurna.
- Cuba tanya diri anda, dapatkah anda melihat seorang anak yang menangis kerana ibu bapanya baru sahaja meninggal kerana dibunuh, atau akibat bencana alam, atau akibat sakit penyakit, dan berkata, "itu adalah kesempurnaan ciptaan Tuhan"?

Tuhan yang membunuh @ manusia yang membunuh??? Kami menyebutkan ‘dari DIa kami datang, kepada Dia jua kami kembali.”..Kami tidak menyalahkan Tuhan jika manusia mati akibat bencana alam, dibunuh malah jika seluruh nyawa manusia dicabut skalipun..Kami fikir, tiap apa jua yang berlaku ada hikmahnya..Tidak terdetik di hati kami untuk mempertikaikan samaada ciptaan Tuhan adalah sempurna @ tidak. Kami tidak berani untuk berpura2 mengatakan Tuhan Maha Mengasihi, Maha Adil dan pada masa yang sama mengatakan alam yang Tuhan cipta penuh dengan kesengsaraan, ketidakadilan – seolah-olah menyalahkan Tuhan kerana mencipta dunia yang tidak penuh dengan kasih sayang dan keadilan untuk manusia …Kami meyakini Kasih Sayang, Keadilan Tuhan adalah menurut kehendak Tuhan, bukannya menurut pemahaman fikiran kami..Kami sebagai makhluk yang yang dicipta sememangnya berkewajipan untuk berserah tunduk dan memuliakan Tuhan Yang Maha Besar…Tuhan bukanlah sempurna bahkan Dia lah yang mencipta kesempurnaan..Keagungan Tuhan tidak tercapai dengan daya fikiran apatah lagi ayat2 manusia..Merasai kesediha disaat melihat @ mengalami kehilangan insan tersayang bukanlah kecacatan, malah ianya adalah kesempurnaan ciptaan Tuhan …Mampukah kamu menghalang bencana alam dari menimpa diri @ insane yang kamu kasihi…?? Mampukah kamu menghalang insan yang tersayang dari dibunuh??? Mampukah kamu menghalang diri dari menangisi kehilangan insan tersayang???Mampukah kamu untuk terus mempersoalkannya??? Maha Suci Allah yang telah mencipta semua ini…Maha suci Allah yang telah mencipta tangisan untuk manusia…