Langkau ke kandungan utama

Menjawab buku "Jesus adalah Muslim?": #6: Jesus bukan Anak Allah?

Senarai lengkap siri post ini di sini.

Penulis cuba menggunakan Matius 12:15-18 untuk menunjukkan Jesus hanyalah "hamba Allah". Penulis memberikan dakwaan berikut:
"Islam juga menolak konsep Jesus sebagai Anak Allah, tetapi Jesus adalah rasul dan hamba Allah. Jesus sama seperti Nabi Musa dan Nabi Muhammad. Lalu kita tertanya-tanya, apakah ada pernyataan dalam Bible, yang Jesus itu hanyalah hamba Allah? Perhatikan ayat Bible berikut:
"Ramai orang mengikut Jesus dan dia menyembuhkan penyakit mereka. Dia melarang keras mereka memberitahu siapa dia sebenarnya. Perkara ini dilakukan bagi memenuhi khabar yang disampaikan oleh Isaiah. "Lihatlah, itu hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa." (Matthew, 12:15-18)"
Penulis kemudian memberikan ayat Al-Quran iaitu Surah An-Nisaak, ayat 172, dan juga Surah Maryam, ayat 30, sebagai sokongan kerana ayat-ayat tersebut menyatakan Jesus sebagai "hamba Allah".

Untuk ayat Al-Quran tersebut, saya tidak akan mengulasnya kerana memang benar Al-Quran menyatakan Jesus hanya sebagai nabi biasa. Namun, seperti yang dikatakan penulis, Kristian tidak percaya kepada Al-Quran (m/s xiv). Maka, saya akan menumpukan kepada ayat Alkitab yang digunakan beliau. Adakah maksud ayat tersebut seperti yang cuba diberikan oleh penulis?

Sebelum itu, mari kita baca kisah pada Matius 12:15-18 ini menurut konteksnya yang sebenar, mulai dari ayat 1 hingga ayat 21.
"Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat." Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat." Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain. Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."
" (Matius 12:1-21, TB)
Perhatikan dengan jelas perkara berikut:
1. Sebelum sampai ke penceritaan di dalam Matius 12:15-18, Jesus telah memberikan suatu kenyataan yang sangat menonjol, iaitu, Dia mendakwa bahawa diri-Nya adalah Anak Manusia dan Tuhan atas hari Sabat.

2. Setelah Jesus membuat pengakuan tersebut, Dia pun menyembuhkan seorang yang mati sebelah tangannya pada hari Sabat sebagai bukti bahawa Dia benar-benar adalah Anak Manusia yang berkuasa atas hari Sabat.

3. Perlu diketahui, menurut kepercayaan Yahudi, iaitu kitab-kitab di dalam Perjanjian Lama, hanya TUHAN (iaitu YHWH) yang berkuasa di atas hari Sabat:
"Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu." (Imamat 23:3, TB)
4. Anak Manusia pula merujuk kepada pengelihatan Daniel, di mana Anak Manusia itu akan memerintah selama-lamanya dan akan disembah oleh semua bangsa.
"Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah." (Daniel 7:13-14, TB)
5. "Anak Manusia" ini sebenarnya membawa taraf ilahi kerana Anak Manusia ini adalah setara dengan "Yang Lanjut Usia" iaitu TUHAN (YHWH).[1][2]

6. Ini bererti, konteks ayat ini sebenarnya mengesahkan keTuhanan Jesus. Malah, perhatikan ayat yang juga terdapat di dalam kitab Matius ini:
"Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga." (Matius 16:13-17, TB)
- Jesus tidak menidakkan kata-kata Petrus, sebaliknya Jesus mengakui bahawa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!

7. Maka, berdasarkan pemahaman keseluruhan Injil Matius ini, jelas bahawa kita perlu menilai semula tafsiran yang diberikan oleh penulis mengenai ayat Matius 12:15-18.

8. Sebenarnya, kenyataan yang mengandungi ungkapan "hamba-Ku" di dalam Matius 12:15-18 tersebut adalah petikan daripada kitab Yesaya:
"Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya." (Yesaya 42:1-4, TB)
- Perhatikan kriteria-kriteria berikut:
i)  Seorang hamba yang dipegang, dipilih dan diperkenan oleh Tuhan.
ii) Roh Tuhan akan ada di dalam hamba tersebut.

- Bandingkan dengan kenyataan dari Matius sendiri:
i)  Jesus adalah Anak yang dipilih dan diperkenan oleh Bapa. (Matius 3:17)
ii) Roh Allah turun ke atas Jesus. (Matius 3:16)

- Jelas bahawa Jesus menepati ciri-ciri yang diperkatakan di dalam kitab Yesaya tersebut.
- Mungkin akan ada yang berkata, "ia masih tidak mengubah hakikat bahawa Jesus dipanggil sebagai hamba".
- Benar, namun, dengan beranggapan sedemikian, mendedahkan ketidaktahuan seseorang itu tentang sifat Jesus ketika Dia berada di dalam dunia ini.
- Hal ini dijelaskan dengan lebih jelas:
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:5-8, TB)
- Jelas di sini, Jesus mengambil rupa sebagai seorang hamba iaitu seorang manusia. Maka, Jesus ketika itu telah menjadi hamba, dan pada masa yang sama, kekal adalah Tuhan. Seperti yang dijelaskan di dalam Yohanes:
"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.... Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran." (Yohanes 1:1, 14)
- Saya berikan post berikut untuk penjelasan lebih lanjut: Siapakah Kristus? dan Fakta segera: Kesatuan Hipostatik.

Kesimpulannya
Penulis tidak memberikan konteks keseluruhan Injil Matius dan kemudian mentafsir ayat Matius 12:15-18 tanpa mengambil kira pemahaman keseluruhan Injil Matius yang mana dengan jelas menyatakan keilahian Jesus sebagai Anak Allah. Kesilapan ini ditambah lagi dengan ketiadaan penjelasan tentang pemahaman sebenar Kristian terhadap sifat Jesus ketika Dia berada di dalam dunia ini (Kesatuan Hipostatik).

Akibatnya, penulis hanya bersandarkan kepada perkataan "hamba-Ku" untuk menyokong hujahnya. Jika penulis menggunakan cara tersebut, adakah penulis juga bersedia menerima Jesus sebagai Anak Allah kerana perkataan tersebut juga diberikan kepada Jesus di dalam Injil Matius?

Maka, sekali lagi terbukti hujah penulis dalam hal ini juga sebenarnya berdasarkan kecelaruan fakta dan penulis telah melakukan eisegesis dalam mentafsir Matius 12:15-18. Apa itu eisegesis? Lihat di sini.

Ulasan

Fyry Lau berkata…
Dia Tuhan yang selalu merendahkan diri haleluya. Bangga punya Tuhan seperti Yesus. Always will support you Tuhan memberkati
Tiwas Tiwasok berkata…
Terima kasih Fyry Lau, Tuhan memberkati anda juga. :)
frans francois berkata…
Sekedar nanya aja, tolong dipirkan baik-baik krn jawabannya nanti akan dipertanggung jawabkan di surga

Kalau seandainya Yesus adalah benar seorang nabi dan bukan perwujudan Allh Bapa, apakah anda akan tetap menjadi seorang Kristen ? Atau anda akan keluar dari Kristen dan merasa dibohongi ?

Kalau anda tanya balik pada saya, saya seorang Katolik.
Dan saya percaya dan menyembah hanya pada Allah Bapa, saya berusaha mengikuti dan menjalani hidup seperti Yesus, tanpa meng-idol-kan Beliau, apapun yg Beliau lakukan saya terima.

Karena bagi saya bukan Yesus yang patut disembah. Kita patut berterima kasih padaNya karena ia rela berkorban. Tapi saya hanya menyembah Bapa yang sudah mau menurunkan manusia seperti Yesus.
Tiwas Tiwasok berkata…
Frans Francois,
Anda mengaku sebagai Katolik? Tapi kenyataan anda lebih mirip dengan kenyataan Saksi Yehowah (Jehovah Witness).